Sabtu, 10 Oktober 2015

Pengertian, Fungsi, Sejarah, dan Macam - Macam HAM

Selamat datang di Softilmu, Blog Pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi pengetahuan tentang HAK ASASI MANUSIA (HAM). Beberapa poin utama yang menjadi pembahasan adalah Pengertian HAM, Sejarah HAM, Fungsi HAM, Ciri –Ciri HAM, dan Macam – Macam HAM

A. PENGERTIAN HAM (HAK ASASI MANUSIA)
HAM (Hak Asasi Manusia) merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia, tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup dengan layak.

Dalam pasal 1 UU nomor 39 tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintahan dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”

Dalam pasal tersebut jelas telah disebutkan pengertian dari HAM, dimana HAM tidak dapat dipisahkan dari manusia dan terus melekat dari sejak lahir. Hak ini juga tak lain merupakan tolak ukur moralitas politik dan keberadaan sebuah negara.

Contoh hak-hak dasar (HAM) yang tidak boleh dinganggu, yaitu hak hidup, hak kemerdekaan, dan hak untuk mendapatkan kebahagiaan. Ketiga hak ini merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan nilai utama yang terkandung dalam HAM adalah kebebasan atau kemerdekaan, kemanusiaan atau perdamaian, dan keadilan atau kesederajatan atau persamaan.

HAM merupakan upaya untuk menjaga keselamatan ekstensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Begitu juga upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi HAM menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu, pemerintah dan negara.
Ruang lingkup HAM meliputi :
  • Hak pribadi : hak-hak persamaan hidup, kebebasan, keamanan dan lain-lain ;
  • Hak milik pribadi dan kelompok sosial tempat seorang berada
  • Kebebasan sipil dan politik untuk dapat iut serta dalam pemerintahan
  • Hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi sosial

Hak Asasi Manusia dimaksud hak yang dimiliki manusia karena ia manusia dan buakn diberikan oleh masyarakat/negara kepadanya. Karena itu hak-hak asasi manusia bisa saja diabaikandan dilanggar oleh negara, tetapi tidak bisa jika tidak diberlakukan. Menurut paham Hak Asasi Manusia setiap negara wajib menghormati dan menjamin hak-hak asasi manusia
HAK ASASI MANUSIA
HAK ASASI MANUSIA (HAM)
B. SEJARAH HAM
HAM mulai menjadi perhatian di dunia sejak abad XVIII. Pada saat itu pemerintahan yang dijalani oleh kerajaan-kerajaan adalah pemerintahan yang absolut dimana raja berhak bertindak tanpa adanya persetujuan terhadap kerajaan dan rakyat karena raja mempunyai “Hak Suci Raja” atau “Dwine Right of The King”. Hal ini mulai dipertanyakan oleh masyarakat di zaman itu. Berlanjut pada abad XIX dimana terjadinya perdagangan budak. Realisasi dari adanya anti perbudakan dan tindakan penegakan HAM adalah penandatangannan undang-undang anti perbudakan dalam konferensi yang diadakan di Brusel pada tahun 1890. Sebelum kejadian-kejadian diatas, HAM sudah menjadi perhatian di daerah Arab Saudi, dengan dibuatnya Piagam Madinah. Piagam lainnya yang berkaitan dengan HAM adalah : Magna Charta (Piagam Agung), Bill of Right (Undang-Undang Hak) , The American Declaration of Independence (Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat), dan Declaration des droits de I’homme et du citoyen (Pernyataan Hak Manusia dan Warga Negara). Setelah kejadian dan dibuatnya piagam diatas, HAM perlahan-lahan mulai diakui oleh dunia. HAM mulai diakui oleh internasional sejak dicetuskannya Universal Declaration of human Right (Deklarasi Hak-Hak Asasi Manusia Sedunia) pada tanggal 10 Desember 1948 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sampai sekarang HAM masih dihormati dilindungi dan ditegakkan di dunia internasioanal.

Sejarah perkembangan HAM di Indonesia sudah terjadi semenjak Indonesia masih belum merdeka. Pemikiran-pemikiran HAM di Indonesia bermula dari organisasi-organisasi masyarakat yang dibentuk pada zaman penjajahan. Contohnya Boedi Oetomo, Perhimpunan Indonesia yang berpikiran tentang hak untuk menentukan nasib sendiri, Sarekat Islam tentang hak untuk memperoleh penghidupan yang layak dan bebas dari penindasan dan diskriminasi rasial, dan Indische Partij tentang hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan perlakuan yang sama dan hak merdeka.

Pada awal kemerdekaan, pemikiran HAM masih tentang hak untuk berserikat dan menyampaikan pendapat. Pada tahun 1960-an, HAM di indonesia mengalami kemunduran karena tidak dilindungi, dihormati dan ditegakkan. Pada akhir masa orde baru tahun 1998, terjadi kasus pelanggaran HAM  yang fatal yaitu tragedi trisakti. Sejak semula, paham hak-hak asasi manusia di Indonesia dicurigai sebagai liberalisme (paham kebebasan) dan individualisme barat serta paham etnosentris (yang melayani kepentingan-kepentingan Barat). Tetapi sejak semula juga ada yang berpikir positif. Pengalaman orde baru membuat kelas politik Indonesia mengesahkan daftar hak-hak asasi manusia dan memberikan status konstitusional kepadanya. Kini HAM dilindungi oleh UU, dihormati dan ditegakkan dimanapun dan kapanpun walau pelanggaran HAM tidak bisa dihindari.

C. FUNGSI HAM
HAM mempunyai peranan yang sangat penting sebagai landasan kongkrit untuk melakukan sesuatu. HAM memiliki fungsi untuk menjamin hak-hak kelangsungan hidup manusia, kemerdekaan, perkembangan manusia dan masyarakat yang tidak boleh diabaikan, dirampas, atau diganggu gugat oleh siapapun.

Namun, pada hakikatnya juga hak yang dimaksud bukan hak yang semena-mena dilakukan oleh setiap manusia karena HAM juga mempunyai kewajibannya. Dimana kewajiban asasi yang harus kita laksanakan terlebih dahulu sebelum menuntut hak. Dalam pelaksanaannya, hak asasi manusia itu tidak dapat dituntut secara mutlak  karena penuntutan pelaksanaan hak asasi manusia secarak mutlak dapat melanggar hak-hak asasi orang lain. Contoh sederhananya, jika berjalan di jalanan umum, kita tidak dapat berjalan sesuka hati kita karena ada orang lain yang mempunyai hak menggunakan jalan tersebut. Maka kita harus memahami batas-batas norma maupun hukum yang berlaku dan dikaitkan dengan HAM.

D. CIRI – CIRI HAM
Ada 3 ciri pokok HAM sebagai berikut :
  • HAM tidak perlu diberikan, dibeli, atau diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
  • HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
  • HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM.

D. MACAM – MACAM HAM
Hak Asasi Pribadi (Personal Right)
Hak asasi pribadi merupakan hak yang ruang lingkupnya kepentingan diri dan sebagian besar dampaknya baik positif maupun negatif lebih besar terhadap diri sendiri dibandingkan orang lain.
  • Hak Kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
  • Hak kebebasan untuk memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
  • Hak Kebebasan untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama kepercayaan masing-masing

Hak Asasi Politik (Political Right)
Hak asasi politik ketika diperbolehkannya keikutsertaan masyarakat, tidak pandang bulu, ras, agama dan sebagainya dalam dunia perpolitikan suatu negara. Ada beberapa hak yang dimiliki masyarakat dalam kebijakan politik atau hak asasi politik :
  • Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
  • Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
  • Hak membuat dan mendirikan parpol atau partai politik dan organisasi politik lainnya
  • Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

Hak Asasi Hukum ( Legal Equality Right)
Hak asasi hukum merupakan hak yang seharusnya didapatkan oleh masyarakat ketika melakukan sesuatu yang berkenaan dengan hukum negara. Dalam artian Hak asasi hukum ini dimiliki oleh setiap golongan masyarakat dan berhak dihormati dan diberlakukan sebaik  mungkin.
  • Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
  • Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil atau PNS
  • Hak mendapatkan layanan dan perlindungan hukum.
Artikel Penunjang : Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Penggolongan Hukum
 Hak Asasi Ekonomi (Property Right)
Hak asasi ekonomi merupakan hak yang sudah semestinya dimiliki setiap masyarakat untuk bertahan hidup dengan memenuhi kebutuhannya. Jika saja seseorang tak mempunyai hak asasi ekonomi, kemungkinan terburuknya dia tidak akan bisa bertahan hidup di suatu negara.
  • Hak kebebasan melakukan kegiatan jual-beli
  • Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontak
  • Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang,dll
  • Hak Kebebasan untuk memiliki sesuatu
  • Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak

 Hak Asasi Peradilan (Procedural Right)
Hak asasi peradilan berlaku ketika seseorang melewati batas hukum yang ada di negaranya dan diadili untuk ditegaskan penerapan hukum tetapi masih berhak mendapatkan pembelaan hukum.
  • Hak mendapatkan pembelaan hukum di pengadilan
  • Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan, dan penyelidikan di mata hukum.

Hak Asasi Sosial Budaya (Social Culture Right)
Hak Asasi Sosial budaya merupakan hak yang diterapkan berdasarkan  kegiatan yang berhubungan dengan interaksi dan budaya masyarakat sekitar. Berikut hak-hak asasi sosial budaya
  • Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
  • Hak mendapatkan pengajaran
  • Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan minat dan bakat

Bentuk pelanggaran HAM
Bentuk pelanggaran HAM berdasarkan jenisnya antara lain :
Bentuk pelanggaran HAM bersifat berat
  • Pembunuhan Massal (genisida)
  • Penghilangan orang secara paksa
  • Pembunuhan sewenang-wenang
  • Perbudakan dan diskriminasi secara sistematis

Bentuk pelanggaran HAM bersifat ringan
  • Pencemaran nama baik
  • Pemukulan
  • Menghalangi orang untuk menyampaikan pendapatnya
  • Penganiayaan

KASUS PELANGGARAN HAM YANG MASIH MACET HINGGA SEKARANG
Kasus HAM berat masa lalu ini masih menjadi PR bagi pemerintahan bapak Jokowi. Sejumlah kasus Ham berat hanya Mondar- mandir tanpa titik temu. Berikut delapan kasus pelanggaran HAM yang masih saja belum jelas penyelesaiannya :
1. Peristiwa Pembunuhan Massal 1965
Pada 2012, Komnas HAM menyatakan menemukan ada pelanggaran HAM berat pasca-peristiwa gerakan 30 September 1965. Sejumlah kasus yang ditemukan antara lain penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, penghilangan paksa hingga perbudakan. Kasusnya macet di Kejaksaan Agung. Korban mencapai 1.5 juta orang yang sebagian besarnya anggota PKI atau ormas yang berafiliasi dengannya.

2. Peristiwa Talangsari-Lampung 1989
Pada maret 2005, Komnas HAM membentuk Komisi Penyelidik Pelanggaran HAM untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Pada mei 205 tim menyimpulkan adanya kasus HAM berat. Berkas hasil penyelidikan diserahkan Komnas HAM ke Jaksa Agung (2006) untuk ditindaklanjuti, namun macet di Kejaksaan. Korban mencapai 803.

3. Tragedi Penembakan Mahasiswa Trisakti 1998
Komnas Ham telah melakukan penyelidikan kasus Trisakti dan selesai pada Maret 2002. Masuk ke Kejaksaan Agung berkali-kali juga dikembalikan. Bahkan pada 13 Maret 2008 dinyatakan hilang oleh Jampidsus Kejaksaan Agung, Kemas Yahya Rahman. Korban mencapai 685 orang

4. Tragedi Semanggi I 1998
Komnas HAM telak menyelidiki pada Maret 2002. Namun berkas hanya bolak-balik dari Komnas HAM dan Kejaksaan Agung. Bahkan pada 13 Maret 2008 dinyatakan hilang oleh Jampidsus Kejaksaan Agung, Kemas Yahya Rahman. Korban mencapai 127
Tragedi Semanggi II 1999
Sama seperti penyelidikan tragedi Semanggi I, korabnnya mencapai 228.

5. Kasus Wasior dan Wamena 2001 dan 2003
Tim ad hoc Papua Komnas HAM telah melakukan penyelidikan Pro Justisia yang mencakup Wasior dan Wamena sejak 17 Desember 2003 hingga Juli 2004. Berkas diserahkan ke Kejaksaan Agung dan ditolak dengan alasan laporan Komnas HAM masih tidak lengkap.
Kerusuhan Mei 1998 (Korbannya mencapai 1.308)

Penembakan Misterius “Petrus” 1982-1985 (Korabannya mencapai 1.678)

Nah Itulah pembahasan kami kali ini tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada yang belum dipahami, silahkan ditanyakan melalui kotak komentar, kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung di softilmu. Jangan lupa follow dan ikuti terus blog ini. J

Jumat, 09 Oktober 2015

Pengertian, Struktur, dan Fungsi Tulang

Selamat datang di softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan membahas tentang Tulang, beberapa poin utama dalam postingan kali ini adalah Pengertian Tulang, Fungsi Tulang, Struktur Tulang, Bagian – Bagian Tulang, Macam – Macam Tulang, dan Proses terbentuknya Tulang. Semoga dapat bermanfaat.

A. PENGERTIAN TULANG
Tulang adalah jaringan ikat yang terdiri dari sel, serat, dan matriks ekstraselular. Matriks tulang adalah bagian terkeras yang terletak dilapisan luar tulang, yang diakibatkan oleh pengendapan mineral dalam matriks, sehingga tulang pun mengalami kalsifikasi
Didalam tubuh manusia juga terdapat yang namanya tulang rawan (cartilago), yaitu jaringan ikat yang mempunyai kemampuan meregang, membentuk penyokong yang kuat bagi jaringan lunak, memberikan kelenturan, dan sangat tahan terhadap tekanan.
Contohnya tulang pada paha ayam, dikedua bagian pada ujungnya itu merupakan tulang rawan, sedangkan bagian yang terletak diantara keduanya ataupun bagian yang paling keras disebut dengan tulang

B. FUNGSI TULANG
Tulang berfungsi sebagai kerangka tubuh yang kaku, dan memberikan tempat perlekatan pada otot dan organ yang terdapat pada tubuh seseorang. Tulang juga melindungi otak, yang terletak didalam tengkorak, bisa dibayangkan ketika terjadi kecelakaan yang membentur kepala seseorang jika tanpa tulang tengkorak, maka organ penting didalamnya seperti otak dan semua susunan sarafnya dengan mudah menjadi hancur.
Tulang melindungi jantung dan paru didalam rongga dada, dan organ seksual dan urinaria terlindungi oleh tulang yang disebut tulang pelvis. Selain itu tulang juga berfungsi dalam hemopoiesis (pembentukan sel darah), dan sebagai reservoir (tempat penyimpanan) kalsium, fosfat, dan banyak mineral lainnya.
Hampir seluruh kalsium (99%) pada tubuh tersimpan di dalam tulang, dan ketika tubuh butuh terhadap kalsium, maka kalsium tersebut akan berasal dari tulang.
Sedangkan tulang rawan berfungsi sebagai shock absorber (peredam tekanan). Yang mana ketika seseorang mendarat setelah melompat, maka tubuh akan menerima tekanan yang besar, disinilah salah satu fungsi tulang rawan berperan, yaitu mengurangi tekanan yang ada. Tulang rawan ini bersifat avaskular atau tidak terhubung dengan pembuluh darah.

Artikel Penunjang : Sistem RangkaTubuh Manusia
C. STRUKTUR TULANG
Tulang manusia
STRUKTUR TULANG
Tulang mempunyai matriks yang mana matriks tersebut adalah struktur yang keras pada tulang, matriks tersebut memiliki banyak pembuluh darah, dikarenakan struktur yang keras ini susah untuk ditembus oleh nutrien dan metabolit. Matriks tulang terdiri dari serat protein yang kuat, terutama kolagen. Matriks ini di hasilkan oleh osteoblas. Osteoblas adalah sel yang terdapat didakam tulang yang juga berfungsi membuat sel-sel tulang baru dan menyerap mineral dari darah. Matriks mempunyai komponen organik dan inorganik. Komponen organik memungkinkan tulang untuk menahan tegangan, sedangkan komponen inorganik atau komponen mineral menahan tegangan.

Sel lain yang terdapat pada tulang adalah sel osteoklas, sel ini mempunyai fungsi yang berlawanan dari osteoblas, yaitu fungsi nya menghancurkan tulang dengan cara melarutkan kembali mineral di dalam darah. Sel yang juga terdapat pada tulang adalah osteosit, sel ini menjaga keseimbangan mineral di dalam darah, mereka yang mengarahkan penyerapan mineral dari darah dan mengarahkan pengembalian mineral ke dalam darah, agar tulang dan tubuh sama-sama mendapatkan mineral yang cukup. Analogi nya osteosit yang memerintahkan, kemudian osteoblas dan osteoklas bekerja.

Komponen organik utama matriks tulang adalah serat kolagen tipe I, yang mengandung protein, salah satunya adalah glikoprotein osteokalsin dan osteopontin, yang berikatan erat dengan kalsium selama terjadinya mineralisasi tulang. Protein matriks lainnya adalah sialoprotein, yang mengikat osteoblas pada matriks ekstraselular.

Komponen inorganik matriks terdiri dari kalsium dan fosfat dalam bentuk kristal hidroksiapatit. Ikatan serat kolagen dengan kristal hidroksiapatit akan menyebabkan tulang menjadi keras, tahan lama, dan kuat. Komponen mineral ini akan dipertahankan didalam darah dengan bantuan hormon paratiroid (dari kelenjar disebelah tiroid) dan kalsitonin (dari kelenjar tiroid).
Sumsum tulang adalah jaringan ikat lunak yang terdapat di dalam tulang spongiosa, fungsinya untuk menghasilkan sel-sel darah. Juga terdapat periosteum pada tulang, periosteum ini adalah bagian kuat, yang terdiri dari membran fibrosa yang menutupi dan melindungi permukaan luar tulang.
Bagian - Bagian Tulang
BAGIAN BAGIAN TULANG
D. MACAM – MACAM TULANG
1. Tulang kompak
Tulang ini tersusun oleh serat kolagen yang disebut lamela ossea, yang saling berjajar di tepi tulang, mengelilingi pembuluh darah. Contoh tulang kompak yaitu tulang panjang (seperti tulang paha, kaki, tangan). 

2. Tulang spongiosa/kanselosa
Contoh tulang ini adalah bagian dalam dari tulang kompak , seperti pada rongga sumsum tulang, pada bayi rongga ini tampak merah dan menghasilkan banyak sel darah, pada orang dewasa, rongga sumsum tulang tampak kuning dan terisi oleh sel lemak. Tulang spongiosa ini akan tampak pula ketika kita menggigit tulang ujung tulang rawan pada ayam, tulang ini berbentuk sponge (pori-pori).

3. Tulang rawan
Tulang Rawan adalah tulang yang mempunyai sifat lentur dan tidak mempunyai membuluh darah juga saraf kecuali pada lapisang terluarnya (perikondrium). Tulang rawan ini mempunyai tiga jenis, yaitu :

a. Tulang rawan hialin
Tulang ini yang paling banyak terdapat di tubuh, berfungsi sebagai model kerangka kebanyakan tulang. Pada orang dewasa, tulang ini terdapat di permukaan sendi tulang, ujung iga, hidung, laring, trakea, dan bronki (saluran pernafasan)

b. Tulang rawan elastik
Mengandung serat-serat elastik yang bercabang didalam matriks dan sangat lentur, ditemukan di telinga luar, tuba auditorius (saluran yang menghubungkan hidung dengan telinga), epiglotis (penutup saluran pernafasan saat kita menelan, agar makanan tidak masuk kedalam saluran pernafasan), dan laring.

c. Fibrokartilago
Tulang rawan ini memberikan daya regang, menahan beban, dan ketahanannya cukup kuat terhadap tekanan. Ditemukan pada diskus intervertebralis (jaringan ikat yang terletak diantara tiap ruas tulang belakang), pada orang tua, diskus intervertebralis yang 80% nya terdiri dari air, mulai kekurangan elastisitas akibat jumlah air yang berkurang, sehingga pada orang tua pun mudah terjadi gangguan seperti nyeri pada tulang belakang, dan habitat membungkuk.
Contoh lainnya yaitu simfisis pubis (tulang rawan yang terletak diatas kemaluan), tulang ini melindungi organ urinaria dan seksual dari tekanan dan benturan yang terjadi.

E. PROSES TERBENTUKNYA TULANG
Proses Pembentukan Tulang
PROSES TERBENTUKNYA TULANG
Tulang terbentuk melalui suatu proses yang disebut dengan osifikasi.
Pertumbuhan didalam embrio melalui dua proses, yaitu osifikasi endokondral, dan osifikasi intramembranosa.
Osifikasi endokondral ini terjadi ketika tulang rawan hialin mengalami pengerasan kalsifikasi, sel mesenkim di periosteum (lapisan terluar tulang) berubah menjadi sel osteoprogenitor dan membentuk osteoblas (sel pembentuk tulang). Osteoblas menghasilkan matriks, yang mengalami kalsifikasi. Tulang pun mulai memanjang yang dimulai dari bagian diafisis nya (batang tulang panjang), kemudian di ikuti oleh epifisis nya (permukaan sendi ujung). Dan akhirnya tulang rawan tadi pun menjadi tulang yang keras.

Pada osifikasi intramembranosa, pertumbuhan tulang rawan tidak didahului oleh tulang rawan, melainkan dari mesenkim jaringan ikat. Sel mesenkim tersebut berubah menjadi osteoblas yang kemudian menghasilkan matriks juga, dan kemudian mengalami kalsifikasi. Banyak pusat osifikasi yang terbentuk, berhubungan satu sama lain dan membentuk anyaman tulang spongiosa, yang terdiri dari duri duri yang tipis atau yang disebut trabekulae. Tulang maksila, mandibula (rahang), klavikula, dan hampir seluruh tulang yang berbentuk pipih pada tengkorak terbentuk melalui osifikasi intramembranosa.


Nah itulah pembahasan kami tentang Tulang. Semoga ilmunya dapat bermanfaat. Jika ada yang belum dipahami, silahkan sahabat menanyakannya melalui kotak komentar. Terimakasih telah berkunjung, dan jangan lupa terus Follow Softilmu. 

Pengertian, Struktur (Anatomi) dan Fungsi Jantung

Selamat datang di Softilmu, blog pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi pengetahuan tentang Jantung, beberapa poin utama yang akan kami bahas adalah Pengertian, Struktur, dan Fungsi Jantung.

A. PENGERTIAN JANTUNG
Jantung adalah sebuah organ berotot yang memiliki empat ruang yang terletak dirongga dada dibawah perlindungan tulang iga, sedikit ke sebelah kiri sternum (tulang dada). Mekanisme kerjanya mirip dengan pompa untuk memberikan tekanan pada pembuluh darah agar darah dapat senantiasa mengalir di dalam tubuh. Ukuran jantung lebih kurang sebesar genggaman tangan kanan.

B. STRUKTUR JANTUNG
Jantung merupakan salah satu organ vital yang berperan penting terhadap kesetimbangan sistem hemodinamik tubuh manusia.
Secara anatomis terdapat beberapa bagian-bagian jantung yang penting kita ketahui, diantaranya yaitu:
1. Bentuk dan Ukuran Jantung
Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskular. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular (otot), apex (pucak) dan basis cordis (dasar jantung), atrium (serambi) kanan dan kiri serta ventikel (bilik) kanan dan kiri.
Ukuran jantung masing-masing berurutan panjang, lebar, dan tebalnya ialah 12 cm, 8-9 cm, dan 6 cm. Berat jantung sekitar 7-15 ons atau setara dengan 200-425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan kanan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah. Posisi jantung terletak diantara kedua paru (pulmo) dan berada ditengah rongga dada (thoraks).

2. Lapisan Jantung
Jantung memiliki tiga lapisan dan masing-masing lapisan memiliki fungsi yang berbeda, diantaranya yaitu:
a. Perikardium, merupakan selaput-selaput yang mengitari jantung yang terdiri atas dua lapisan, yaitu:
  • Perikardium parietalis (lapisan luar yang melekat pada tulang dada dan selaput paru).
  • Perikardium visceralis (lapisan permukaan dari jantung yang disebut epikardium).
  • Diantara kedua lapisan diatas, terdapat 50 cc cairan perikardium yang berfungsi  sebagai pelumas agar tidak terjadinya gesekan antara perikardium dan epikardium yang timbul akibat gerak jantung saat memompa

b. Miokardium, merupakan lapisan tengah (lapisan inti) dari jantung dan paling tebal serta terdiri dari otot-otot jantung. Fungsinya ialah kontraksi jantung;
c. Endokardium, merupakan lapisan terluar yang terdiri dari jaringan endotel.

3. Ruang jantung
Jantung terdiri atas empat ruang yaitu atrium dextra (serambi kanan), atrium sinistra (kiri), ventrikel dextra (bilik kanan), dan ventrikel sinistra.
Atrium adalah ruangan sebelah atas jantung dan berdinding  tipis, sedangkan ventrikel adalah ruangan sebelah bawah jantung dan mempunyai dinding lebih tebal karena harus memompa darah ke seluruh tubuh. Berikut ini fungsi masing-masing ruang yang ada pada jantung:
  • Serambi (atrium) kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen (O2) dari seluruh tubuh. 
  • Serambi (atrium) kiri berfungsi menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan mengalirkan darah tersebut ke paru-paru.
  • Bilik (ventrikel) kanan berfungsi menerima darah dari atrium kanan dan memompakannya ke paru-paru.
  • Bilik (ventrikel) kiri berfungsi untuk memompakan darah yang kaya oksigen (O2) keseluruh tubuh.

Pada masing-masing bagian jantung, atrium dan ventrikel dipisahkan oleh suatu sekat/septum. Kedua atrium dipisahkan oleh suatu sekat antar atrium (septum interatriorum), sementara kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat antar ventrikel (septum inter ventrikulorum).

4. Katup - Katup Jantung
Diantara serambi (atrium) kanan dan bilik (ventrikel) kanan ada katup yang memisahkan keduanya yaitu katup (valvula) trikuspidalis, sedangkan pada serambi (atrium) kiri dan bilik (ventrikel) kiri juga mempunyai katup yang disebut dengan katup mitral/ bikuspidalis. Kedua katup ini berfungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari serambi ke bilik.

a. Katup Trikuspid
Katup trikuspid berada diantara serambi (atrium) dan bilik (ventrikel) kanan serta terdiri atas tiga daun katup. Bila katup ini terbuka, maka darah akan mengalir dari serambi kanan menuju bilik kanan. Katup trikuspid berfungsi mencegah kembalinya darah menuju serambi kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi bilik (ventrikel).

b. Katup Pulmonal
Setelah katup trikuspidalis tertutup, darah akan mengalir dari dalam bilik (ventrikel) kanan melalui trunkus pulmonalis. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari tiga daun katup yang akan terbuka bila bilik kanan bertkontraksi dan menutup bila bilik kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari bilik kanan menuju arteri pulmonalis.

c. Katup Bikuspid
Katup bikuspid dikenal juga dengan sebutan katup mitral dan terdiri dari dua daun katup. Katup ini berperan dalam pengaturan aliran darah dari serambi kiri menuju bilik kiri. Sama halnya dengan katup trikuspidalis, katup ini akan menutup saat bilik (ventrikel) berkontraksi.

d. Katup Aorta
Katup aorta terdiri dari tiga daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Ketika bilik (ventrikel) kiri berkontraksi maka katup ini akan membuka, sehingga darah akan mengalir ke seluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup saat bilik (ventrikel) kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam bilik (ventrikel) kiri.

C. FUNGSI JANTUNG
Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen (O2) ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme berupa karbondioksida (CO2). Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida (disebut sirkulasi pulmonal). Kemudian jantung mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh (disebut sirkulasi sistemik).

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung melakukan relaksasi dan pengisian darah pada jantung (disebut periode diastol). Sebaliknya jantung  berkontraksi  untuk  mengosongkan  isinya (disebut periode sistol). Kedua  serambi  (atrium)  mengendur  dan  berkontraksi  secara  bersamaan,  dan kedua  bilik  (ventrikel)  juga  mengendur  dan  berkontraksi  secara  bersamaan  pula untuk melakukan mekanisme tersebut.

Ketika  melakukan  kontraksi,  jantung  menjadi  berdenyut  secara “berirama”,  hal  ini  akibat  dari  adanya  potensial  aksi  yang  ditimbulkan  oleh kegiatan  diri  jantung  itu  sendiri.  Kejadian  tersebut  diakibatkan  karena  jantung memiliki  sebuah  mekanisme  untuk  mengalirkan  listrik  yang  ditimbulkannya sendiri  untuk  melakukan  kontraksi  atau  memompa  dan  melakukan  relaksasi atau dikenal dengan istilah sistem listrik jantung. Mekanisme  aliran  listrik  yang  menimbulkan  aksi  tersebut  dipengaruhi  oleh beberapa  jenis  elektrolit  seperti  K+,  Na+,  dan  Ca2+.  Sehingga  apabila  didalam tubuh  terjadi  gangguan  pada  kadar  elektrolit  tersebut  maka  akan  menimbulkan gangguan pula pada mekanisme aliran listrik pada jantung manusia.


Nah itulah pembahasan kali ini dengan Judul Pengertian, Strutur, dan Fungsi Jantung. Semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada yang belum dimengerti, sahabat bisa menanyakannya melalui komentar, kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung di softilmu.

Kamis, 08 Oktober 2015

Pengertian, Syarat, Macam dan Jenis - Jenis Paragraf

Ketika membaca tulisan baik itu artikel, makalah, buku ata sebagainya, kita pasti menemukan bahwa tulisan-tulisan itu terbagi-bagi atas beberapa kelompok-kelompok kalimat. Tiap kelompok kalimat tersebut dapat dikatakan sebagai paragraf. Selengkapnya untuk lebih mengetahui tentang paragraf mari disimak ulasannya mulai dari pengertian paragraf, jenis paragraf, struktur paragraf dan syarat paragraf.

A. PENGERTIAN PARAGRAF
Paragraf ialah sekelompok kalimat yang saling berkaitan satu sama lain dan secara bersama-sama menjelaskan suatu pikiran yang menjiwai seluruh karangan. Pikiran tersebut dinamakan dengan pikiran utama.

B. SYARAT PARAGRAF
Paragraf yang baik adalah paragraf yang mampu menyampaikan pikiran dengan baik kepada pembaca. Adapun syarat dari paragraf yaitu harus memiliki kesatuan, kepaduan dan kelengkapan.
1. Kesatuan (Unity)
Yang dimaksud kesatuan yaitu suatu paragraf harus dibangun dengan satu pikiran yang jelas. Satu pikiran tersebut diuraikan ke dalam bentuk pikiran pokok dan beberapa pikiran jelas. Hubungan pikran yang satu dengan pikran lainnya menandakan bahwa paragraf tersebut telah memiliki kesatuan

2. Kepaduan (Koherensi)
Kapeduan terwujud dari hubungan kompak antarkalimat pembentuk paragraf. Kepaduan yang baik terjadi apabila hubungan timbal balik antar kalimat wajar dan mudah dipahami. Ada beberapa cara agar paragraf memiliki kepaduan yang kompak, yaitu dengan menggunakan kata ganti, kata penghubung, serta perincian dan urutan pikiran.

3. Kelengkapan
Suatu paragraf dikatakn lengkap apabila berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kalimat pokok.

C. STRUKTUR PARAGRAF
Sebuah paragraf tentunya terdiri dari beberapa kalimat. Kalimat tersebut yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat utama adalah kalimat yang memuat ide pokok atau gagasan utama. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat yang memuat penjelasan kalimat utama.
PARAGRAF 
1. Kalimat Utama
Terdiri atas satu kalimat saja. Biasanya kalimat utama memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Mengandung permasalahan yang dapat diuraikan lebih lanjut.
  • Berupa kalimat sempurna yang bisa berdiri sendiri.
  • Memiliki arti yang jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain.
  • Dapat terbentuk tanpa perlu kata sambung.

2. Kalimat Penjelas
Terdiri atas beberapa kalimat. Ciri-cirinya sebagai berikut :
  • Tidak dapat berdiri sendiri
  • Kalimat tersebut harus dijelaskan oleh kalimat lain untuk mengetahui maknanya.
  • Biasanya memerlukan kata sambung
  • Isinya berupa perincian, keterangan, contoh, dan data lain yang mendukung kalimat utama.

Struktur  suatu paragraf  biasanya  berkaitan  dengan  pengurutan letak kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Atas  dasar  kategori  kalimat  dalam  paragraf  tersebut,  struktur  paragraf  dapat dikategorisasikan menjadi tiga, yaitu:
  • Paragraf Deduktif, yaitu paragraf yang kalimat  utamanya terdapat  pada  awal  paragraf  dan  diikuti  dengan  kalimat kalimat penjelas.
  • Paragraf Induktif, yaitu paragraf yang kalimat  utamanya terdapat di  akhir  paragraf dan  didahului  dengan  kalimat-kalimat penjelas
  • Paragraf Campuran, merupakan gabungan dari deduktif dan induktif. Kalimat  utamanya  terdapat  pada  awal  dan  akhir  paragraf,  diselingi dengan kalimat-kalimat penjelas.
  • Paragraf Tanpa Kalimat Utama (paragraf Narasi, yaitu paragraf yang tidak memiliki kalimat pokok, namun memiliki ide pokok. Biasa terdapat di teks cerita dan berbentuk deskripsi.
Artikel Penunjang : Pengertian,Unsur, Struktur, dan Jenis – Jenis Kalimat
D. JENIS JENIS PARAGRAF
1. Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi adalah paragraf  yang menceritakan atau  memaparkan sesuatu secara jelas. Paragraf deskripsi dapat ditandai dengan ciri-ciri antara lain, paragraf ini menggambarkan suatu objek seperti benda, tempat, atau suasana tertentu dengan menggunakan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan. Hal-hal yang digambarkan dari objek berupa ciri-ciri fisik dan sifat objek tertentu seperti warna, ukuran, bentuk, dan kepribadian. Dalam jenis paragraf ini sering ditemui kata-kata atau frase yang bermakna keadaan atau kata sifat. Contoh Paragraf Deskripsi yaitu sebagai berikut :
Meja yang dibelikan bapak untuk Budi sebagai hadiah ulang tahun sudah sampai. Meja itu terbuat dari kayu jati. Meja itu tingginya kurang lebih 75 cm lebarnya sekirar 50 cm dengan panjang 1,5 meter. Meja bewarna coklat muda ini terlihat sangat cocok dengan ruang belajar Budi yang sedikit gelap. Meja ini punya 2 lemari yang 1 sebelah kiri dan yang satunya sebelah kanan. Dengan adanya penyangga kaki membuat meja ini nyaman digunakan untuk belajar.

2. Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan cara atau petunjuk supaya pembaca memahami bacaan denga  jelas.  Ciri-ciri dari paragraf ini yaitu terdapat definisi atau pengertian mengenai istilah dari suatu topik pembahasan. Tidak berunsur mengajak atau mempengaruhi. Berupa paragraf yang informatif, artinya dapat memberi informasi kepada pembaca. Biasanya paragraf ini memiliki rincian data yang jelas untuk mendukung informasi yang disampaikan. Contoh Paragraf Eksposisi :
Organisasi membutuhkan kerjasama yang kuat agar bisa berjalan dengan baik. Seperti layaknya sebuah mobil yang bergerak dikarenakan mesin mobil dan komponen-komponen lainnya yang berkerjasama. Organisasi juga membutuhkan komponen-komponen seperti ketua organisasi, wakil ketua, sekretaris, bendahara, humas dan anggota kelompok. Mereka inilah yang menggerakkan organisasi. Seperti pada sebuah mobil jika satu saja tidak ada atau rusak, akan menghambat jalannya mobil bahkan tidak bisa jalan sama sekali. Begitu pula dengan organisasi, semua pihak memiliki fungsi dan tugas tertentu yang akan menggangu jalannya organisasi jika salah satu dari mereka tidak ada atau tidak bekerja. Bahkan bagian yang paling kecil seperti anggota pun sangat penting kedudukannya di dalam organisasi.

3. Paragraf Narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa yang di dalamnya terdapat subjek pelaku waktu kejadian serta alur cerita. Ciri-ciri dari paragraf ini yaitu, dirangkai dalam urutan waktu baik berupa alur maju atau alur mundur. Berisi tentang peristiwa yang meceritakan perbuatan atau tindakan. Memiliki unsur-unsur cerita seperti tokoh, latar, konflik dan sudut pandang pengarang. Pada paragraf  ini, ciri yang paling muda ditandai yaitu terdapat cukup banyak kalimat langsung. Serta penulisannya memiliki gaya yang kreatif dan berestetika sehingga dapat membuat bacaannya semakin menarik. Contoh Paragraf Narasi :
Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.

4. Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengutarakan suatu pendapat atau ide yang memiliki alasan yang mendukung. Ciri-cirinya yaitu Kalimat utama berupa suatu pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh penulis. Pendapat yang disampaikan biasanya berupa suatu hal yang menarik pembacanya dan menciptakan kontroversi di dalam masyarakat.

Disertai dengan kalimat-kalimat penjelas berupa alasan yang kuat dan didukung oleh fakta, contoh, data statistic, grafik untuk lebih meyakinkan pembacanya. Dan diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang logis dan berlandaskan gagasan utama yang disampaikan di awal kalimat. Contoh Paragraf Argumentasi :

Biaya pendidikan di Indonesia sangatlah mahal. Meskipun pemerintah telah memberikan bantuan, tetapi tetap saja para murid harus membayar beberapa biaya untuk keperluan sekolah, seperti baju, buku, dan lain – lain. Mahalnya biaya pendidikan ini tidak hanya sebatas pada sekolah dasar saja, tetapi hingga di perguruan tinggi. Bahkan biaya untuk menempuh pendidikan di kampus amat sangat mahal karena pemerintah tidak memberikan bantuan langsung kepada perguruan – perguruan tinggi. Banyak anak – anak yang setelah lulus dari SMA lebih memilih untuk mencari pekerjaan saja daripada melanjutkan di perguruan tinggi. Akibatnya, pendidikan di Indonesia tidaklah merata dan hanya terkonsentrasi kepada orang yang mampu saja. Sedangkan bagi orang yang kurang mampu, pendidikan tinggi hanyalah sebuah angan.

5. Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi adalah paragraf yang berisi ajakan yang memiliki tujuan supaya pembaca melakukan tindakan. Paragraf persuasi memiliki alasan-alasan yang kuat disertai dengan data dan fakta. Paragraf ini berusaha meyakinkan pembacanya untuk melakukan atau mempercayai yang ditulis oleh penulis. Paragraf persuasi banyak menggunakan kata-kata ajakan seperti ayo, mari dan sebagainya. Biasanya mengutamakan kesepakatan pendapat dan menghindari konflik agar kepercayaan pembacanya tidak hilang. Contoh Paragraf Persuasi :
Pendidikan adalah hal yang paling penting di dalam hidup ini ,baik pendidikan formal atau informal. Dengan pendidikan kita bisa mendapatkan dan menjadi apapun yang kita inginkan. Pendidikan juga bisa mengarahkan kita ke kehidupan yang lebih baik. Pendidikan bisa kita raih dengan belajar yang giat baik di sekolah, di rumah maupun di tempat-tempat lain. Jika kita tidak belajar dengan serius dan giat, tentunya apa yang kita lakukan hanyalah sia-sia karena tidak ada yang bisa dicapai dengan perbuatan yang tidak sungguh-sungguh. Akibatnya kita tidak bisa menggapai citi-cita. Oleh karena itu, marilah belajar dengan giat dan sungguh-sungguh agar kita dapat mencapai cita-cita. 

Jumat, 02 Oktober 2015

Pertumbuhan, Perkembangan dan Metamorfosis pada Hewan

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Pertumbuhan, Perkembangan dan Metamorfosis pada Hewan. Proses pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai dari proses pembelahan pada zigot. Zigot merupakan hasil fertilisasi (pembuahan) sel telur oleh sperma. Zigot akan berkembang menjadi embrio.

1. Tahapan Perkembangan Hewan

Tahapan perkembangan pada hewan secara umum memiliki urutan sebagai berikut: pembelahan sel, gastrulasi, dan pembentukan organ (organogenesis).

Perkembangan zigot

a. Pembelahan sel

Zigot merupakan suatu sel yang berasal dari peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Zigot mengalami pembelahan mitosis dari satu sel menjadi dua sel, kemudian menjadi empat sel, delapan sel, enam belas sel dan seterusnya.
Pembelahan terus berlanjut sampai berbentuk seperti bola padat yang disebut marula. Selanjutnya bagian tengah dari morula membentuk lubang berisi cairan, dan lubang itu disebut blastosoel. Bentukan seperti ini disebut blastula (embrio).

b. Gastrulasi (Pembentukan Usus)

Sel-sel di satu kutub membelah lebih cepat daripada sel-sel di kutub lainnya, sehingga terbentuk lekukan ke dalam seperti bola yang ditekan di satu sisinya. Akhirnya blastula berbentuk seperti mangkuk yang memiliki dua lapisan, yaitu lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Bentuk semacam ini disebut grastula. Endoderm membatasi lengkung usus (arkenteron).

Selama proses grastulasi terjadi pembelahan sel-sel, dan terbentuk lapisan baru yang terletak di antara lapisan ektoderm dan endoderm. Lapisan tersebut adalah mesoderm. Dengan demikian pada tahapan gastrulasi terbentuk tiga lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

c. Pembentukan Organ

Setelah gastrulasi selesai, selanjutnya lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm berkembang menjadi jaringan khusus yang kemudian membentuk berbagai organ.

Ektoderm bagian dorsal membentuk bumbung neural setelah notokord terbentuk. Bumbung neural ini berkembang menjadi saraf, otak, dan sumsum tulang belakang. Bagian tubuh lain yang merupakan perkembangan dari ektoderm adalah kulit luar, bola mata, lensa mata, hidung, telinga, rambut, kuku, sistem saraf,lapisan epitelium mulut dan rektum, serta medula kelenjar adrenal (kelenjar yang terletak di atas ginjal).

Notokord terbentuk dari mesoderm dorsal. Mesoderm berkembang membentuk dua lapisan, yaitu lapisan yang bersisian dengan lapisan ektoderm dan lapisan yang bersisian dengan lapisan endoderm. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat rongga. Rongga ini akan berkembang menjadi rongga tubuh atau selom. Mesoderm lebih lanjut akan berkembang menjadi lapisan kulit dalam (dermis), otot, tulang, pembuluh darah, ginjal, lapisan rongga tubuh, ureter, testis, ovarium, oviduk, uterus, dan sistem limfa.

Endoderm membentuk usus primitif. Usus primitif ini berdiferensiasi menjadi faring, esofagus, lambung, usus, hati, dan pankreas. Lapisan endoderm juga berkembang menjadi organ trakea dan paru-paru.

Tiap hewan memiliki pola perkembangan yang berbeda-beda. Misalnya pada hewan berpori, embrionya memiliki dua lapisan saja, yaitu ektoderm dan endoderm; disebut organisme diploblastik. Serangga, Echinodermata, dan Chordata, embrionya memiliki tiga lapisan; disebut organisme triploblastik.

2. Metamorfosis

Ada hewan yang mengalami beberapa tahap perubahan bentuk selama pertumbuhan dan perkembangannya menjadi organisme dewasa. Perubahan seperti ini disebut metamorfosis.

a. Metamorfosis pada Serangga

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan serangga dari telur menjadi dewasa ada dua tipe, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Pada belalang, jangkrik, kecoa, capung, dan laron; telur berkembang menjadi nimfa. Nimfa kemudian berkembang menjadi imago atau hewan dewasa setelah mengalami beberapa kali ganti kulit. Nimfa memiliki bentuk yang mirip dengan dewasanya tetapi belum memiliki organ yang lengkap dan alat reproduksinya belum berkembang sempurna. Misalnya nimfa belalang tidak memiliki sayap, sayap berkembang setelah memasuki fase imago. Perkembangan tersebut termasuk metamorfosis tidak sempurna.

Metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna

Tahap metamorfosis sempurna bermula dari perkembangan telur menjadi larva. Larva memiliki bentuk yang sangat berbeda dibandingkan dewasanya, misalnya larva kupu-kupu adalah ulat. Lava dapat bergerak aktif. Larva tumbuh menjadi besar, dan perubahan menjadi ukuran yang lebih besar selalu didahului oleh pergantian kulit. Setelah larva mencapai ukuran tertentu, ia akan memasuki periode tidak aktif (dorman) yang disebut tahap pupa. Dari luar, pupa tampak tidak aktif, tetapi kegiatan metabolismenya masih tetap berlangsung. Selama tahap pupa, terjadi proses diferensiasi sel dan pembentukan organ bar, misalnya sayap dan antena. Setelah semua organ dewasa terbentuk, pupa mengalami pergantian kulit, dan muncullah individu dewasa. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu, kumbang, semut, lebah, tawon, lalat, dan nyamuk.

b. Metamorfosis pada Katak

Metamorfosis pada katak berbeda dari serangga, karena katak tidak mengalami pergantian kulit. Zigot mula-mula berkembang menjadi berudu (kecebong). Berudu tidak memiliki kaki tetapi memiliki ekor dan sirip. Selanjutnya tumbuhlah kaki belakangnya. Pergantian organ pada metamorfosis katak disesuaikan dengan perubahan habitat dari air ke darat. Insang berubah bentuk dan fungsi menjadi paru-paru. Berudu yang mula-mula tidak berkaki, tumbuhan menjadi katak yang berkaki, dan ekor menghilang. Proses penghilangan ekor terjadi melalui autofagositosis, artinya lisosom di dalam sel-sel ekor memakan selnya sendiri.

Hormon tiroksin berperan dalam metamorfosis katak. Apabila fungsi kelenjar tiroid pada berudu dihambat, misalnya dengan cara memotongnya, metamorfosis gagal berlangsung sehingga berudu tetap menjadi berudu. Sebaliknya, jika berudu diberi tambahan tiroksin akan mempercepat proses metamorfosis dan menghasilkan katak berukuran kecil.


Inilah postingan kali ini mengenai Pertumbuhan, Perkembangan dan Metamorfosis pada Hewan, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. J

Kamis, 01 Oktober 2015

Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis

Selamat datang di Softilmu, blog yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan, kali ini kami akan berbagi artikel pengetahuan tentang Kalor, beberapa topik pembahasan utamanya adalah Pengertian Kalor, Rumus dan Satuan Kalor, Kalor dan Perubahan Pada Benda, Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor, Perpindahan Kalor, dan Alat untuk mengukur kalor yaitu Kalorimeter. Semoga Ilmunya dapat bermanfaat.

A. PENGERTIAN KALOR
Kalor adalah salah satu bentuk energi yang dapat berpindah dari satu benda ke benda lainnya karena adanya perbedaan suhu. Ketika dua benda yang memiliki perbedaan suhu bertemu maka kalor akan mengalir (berpindah) dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Contohnya ketika kita mencampurkan air dingin dengan air panas, maka kita akan mendapatkan air hangat. Banyak yang tidak tahu perbedaan antara suhu dan kalor, Suhu adalah nilai yang terukur pada termometer, sedangkan kalor adalah energi yang mengalir dari satu benda ke benda lainnya. Adapula ilmuan dari Amerika bernama Benjamin Thompson mengatakan bahwa kalor bukanlah zat alir, melainkan energi yang terjadi karena adanya proses mekanik, seperti gesekan.

B. RUMUS DANSATUAN KALOR
Satuan kalor adalah Kalori (Kal) atau Joule (J). Kalori adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 gram air agar suhunya menjadi 1 derajat Celcius.
1 Kalori = 4,2 Joule
1 Joule = 0,24 Kalori
Rumus Kalor :



Keterangan :
Q = Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c = Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT = Perubahan Suhu (oC)

C. KALOR DAN PERUBAHAN PADA BENDA
1. Kalor Dapat Mengubah Suhu Zat
Pada hakikatnya, setiap benda yang suhunya lebih dari nol mutlak, maka benda tersebut memiliki Kalor. Kandungan kalor inilah yang akan menentukan berapa suhu tersebut. Apabila benda ini dipanaskan maka benda tersebut menerima tambahan kalor sehingga suhunya meningkat. Sedangkan apabila benda tersebut didinginkan maka benda tersebut melepaskan kalor sehingga suhunya menurun.
2. Kalor Dapat Mengubah Wujud Zat
Beberapa benda jika diberikan kalor dalam satuan tertentu, benda tersebut akan mengalami perubahan wujud. Contohnya adalah ketika es dipanaskan (diberi kalor) maka es (wujud padat) tersebut akan menjadi air (Wujud Gas), dan apabila pemanasan terus dilakukan maka air tadi juga akan menjadi Gas. Titik dimana suatu zat akan berubah menjadi Zat Cair disebut Titik Cair atau Titik Lebur benda.

D. KALOR JENIS DAN KAPASITAS KALOR
Kalor Jenis Berbagai Zat
Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa jika kalor diberikan pada dua benda yang berbeda, maka akan menghasilkan suhu yang berbeda pula, Contohnya ketika minya dan air dipanaskan dengan suhu yang sama maka minyak akan memiliki perubahan suhu 2 kali lebih besar dibandingkan air.  Hal Ini disebabkan oleh perbedaan kalor jenis yang dimiliki suatu benda. Kalor Jenis Benda adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari 1 kg massa benda tersebut menjadi 1 derjat celcius. Satuan dari Kalor Jenis adalah Kalori / GramoCelcius atau dalam Sistem Internasional ditetapkan dengan Joule / KilogramoCelcius. Kalor Jenis dapat dituliskan dalam persamaan berikut :
Rumus Kalor Jenis
KALOR JENIS
Keterangan :
Q = Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c = Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT = Perubahan Suhu (oC)
Sedangkan kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat tersebut sebanyak 1 derajat Celcius. Jika kalor Q menghasilkan suhu sebesar t maka kapasitas kalor dapat dirumuskan
Kapasitas Kalor
RUMUS KAPASITAS KALOR
E. PERPINDAHAN KALOR
Seperti yang telah kami jelaskan di awal bahwa perpindahan kalor terjadi dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Ada tiga jenis perpindahan kalor yang dapat terjadi, yaitu :
1. Perpindahan Kalor Secara Konduksi
Perpindahan Kalor secara konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat perantara (logam) tanpa disertai perpindahan partikel – partikel zat tersebut secara permanen. Contohnya adalah ketika kita memanaskan salah satu ujung logam, maka ujung logam lainnya akan ikut panas karena terjadi hantaran kalor dari suhu tinggi ke suhu rendah. Ketika memanaskan salah satu ujung logam, maka partikel yang terdapat pada ujung logam tersebut akan bergetar dan membuat getaran terjadi pada partikel lain yang terhubung dengannya. Sehingga seluruh partikel logam tersebut akan bergetar walaupun hanya satu ujung logam yang dipanaskan, nah hal ini lah yang akan merangsang terjadinya perpindahan kalor.
2. Perpindahan Kalor Secara konveksi
Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat tersebut. Konveksi dapat terjadi pada zat cair atau gas. Ada dua jenis perpindahan kalor secara konveksi, yaitu :
a. Konveksi Alamiah
Konveksi alamiah adalah konveksi yang dipengaruhi gaya apung tanpa faktor luar, dan disebabkan oleh karena adanya perbedaan massa jenis benda. Contohnya adalah pada pemanasan air, massa jenis partikel air yang sudah panas akan naik menjauh dari api dan digantikan dengan partikel air lain yang suhunya lebih rendah. Proses ini membuat seluruh partikel zat cair tersebut akan panas sempurna.
b. Konveksi Paksa
Konveksi paksa adalah konveksi yang terjadi karena adanya pengaruh faktor luar (contoh tekanan), dan perpindahan kalor dilakukan dengan sengaja/dipaksakan. Artinya aliran panas kalor dipaksa menuju ke tempat yang ingin dituju dengan bantuan faktor luar seperti tekanan. Contohnya adalah pada kipas angin yang akan membawa udara dingin ke tempat yang panas, dan radiator mobil yang memiliki sistem pendingin mesin.
3. Perpindahan Kalor Secara Radiasi
Perpindahan kalor secara Radiasi adalah proses perpindahan kalor yang tidak menggunakan zat perantara. Perpindahan kalor secara radiasi berbeda dengan konduksi dan konveksi. Pada Radiasi, agar terjadinya perpindahan kalor, kedua benda tidak harus bersentuhan karena kalor dapat berpindah tanpa zat perantara. Artinya kalor tersebut akan di pancarkan ke segala arah oleh sumber panas, dan akan mengalir ke segala arah. Contohnya adalah saat kita dekat dengan api unggun dari sudut manapun, maka kita tetap akan merasakan kehangatan dari sumber api, contoh lainnya adalah panas matahari yang sampai ke bumi dan planet – planet lain.

4. Pencegahan perpindahan kalor
Perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi dapat dicegah dengan mengisolasi ruangan tersebut. Contoh sederhana penerapan cara ini adalah pada termos. Termos digunakan untuk menjaga suhu air tetap panas dengan mencegah perpindahan kalornya.

F. KALORIMETER
Alat untuk mengukur kalor
Kalorimeter ini terdiri atas dua buah bejana dari tembaga yang kalor jenisnya belum diketahui. Bejana tembaga kecil diletakkan dalam bejana lain yang lebih besar. Agar kedua bejana tidak bersentuhan, diantara kedua bejana tersebut diletakkan isolator sebagai bahan penyekat kalor, contohnya gabus. Bahan isolator ini berfungsi untuk menahan kalor yang ada di dalam kalorimeter agar tidak keluar serta tidak ada kalor yang masuk dari luar. Umumnya tutup yang digunakan terbuat dari bahan kayu yang juga dapat berfungsi sebagai isolator yang baik. Pada tutupnya terdapat dua buah lubang yang berguna untuk meletakkan termometer dan pengaduk. Pada waktu sampel logam dimasukkan ke dalam kalorimeter, air di dalamnya tidak perlu diaduk agar sistem dapat mencapai keseimbangan termal dengan segera. Batang pengaduk ini biasanya terbuat dari bahan yang sama dengan bejana kalorimeter.

Nah itulah pembahasan pada postingan kali ini tentang Kalor, Semoga ilmunya dapat bermanfaat, apabila masih ada hal yang tidak dimengerti, silahkan sahabat tanyakan di kotak komentar, kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat, terimakasih telah berkunjung J, dan jangan lupa di share ke teman yang lain.