Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

Cara Melihat Gerhana Matahari

Selamat datang dis softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Bagaimana Cara Melihat Gerhana Matahari yang aman dan benar. Langsung saja ya, semoga dapat bermanfaat.

Seperti yang telah diketahui bahwa melihat gerhana matahari dengan kontak mata langsung sangat berbahaya. Oleh karena itu kami akan memberikan sedikit tips untuk melihat gerhana matahari dengan aman, langsung saja :

1. Hindari Tips Abal-Abal yang Belum Teruji Keefektifitasnya.
Seperti menggunakan kacamata hitam, kacamata warna asap, filter polarisasi atau sebagainya. Tidak satupun cara tersebut yang cukup kuat melindungi mata anda.

2. Gunakan Filter Matahari
Filter matahari biasanya tersedia pada peralatan penglihat seperti kamera, teropong dan teleskop. Adanya filter tersebut pada perangkat diatas sangat diperlukan, karena cahaya yang singkatpun dapat merusak penglihatan bahkan dengan penutupan 99,9 % matahari masih dapat mengancam mata anda. Adalagi yang perlu diperhatikan, yaitu saat memilih filter yang akan digunakan. Lebih baik memilih filter yang diproduksi oleh merek ternama dan terpercaya.

3. Buat Alat Proyektor Lubang Jarum
Yang satu ini merupakan cara yang paling mudah dan murah, hanya seharga kertas poster. Kekurangannya adalah gambar yang dihasilkan sangat kecil. Langkah-langkah pembuatannya yaitu :
  • Siapkan kertas poster atau kertas karton yang besar. Potong bentuk persegi dengan sisi 5 cm pada bagian tengahnya.
  • Tutupilah lubang persegi tersebut dengan sepotong kertas timah. Tusuk sebuah lubang kecil di tengah tutup kertas timah ini (gunakan pin atau bagian ujung pensil yang lancip). Anda dapat membuat beberapa lubang, jika suka, dan melihat beberapa gerhana sekaligus.
  • Temukanlah lokasi yang bagus untuk melihat gerhana. Permukaan yang halus dan terang adalah lokasi yang anda cari. Jika anda tidak dapat menemukan tempat seperti itu, cukup beli kertas poster/karton yang lain dan baringkan di atas tanah dan tahan. Menyiapkan karton cadangan merupakan ide yang bagus karena jika Anda mengubah jarak di antara dua lembar karton, anda bisa mengubah ukuran dan kecerahan gambar matahari yang jatuh pada karton kedua.
  • Berdirilah dengan punggung anda menuju arah matahari. Tahan karton beberapa sentimeterdi atas tanah. Pastikan karton tersebut di atas bahu atau sisi anda, tetapi kepala anda tidak menutupi lubangnya. Kartontersebut harus mengarah pada matahari.
  • Anda seharusnya sekarang melihat lingkaran yang sempurna di atas tanah pada potongan karton yang lain. Pindahkan karton tersebut lebih dekat atau lebih jauh dari tanah jika lingkarannya kabur, hingga lingkaran proyeksi gerhana terlihat lebih fokus. Atau pindahkan karton yang lain ke atas dan ke bawah untuk melihat kecerahan dan ukuran perubahan gambar. Jarak yang terbaik untuk menahan karton dari anda adalah satu meter.
  • Saat gerhana terjadi, lingkaran tersebut akan menciut dan berubah menjadi sabit, jika gerhana tersebut merupakan gerhana sebagian. Jika gerhana tersebut merupakan gerhana total, maka akan berubah menjadi huruf O bergaris tipis.
CARA MELIHAT GERHANA MATAHARI

4. Menggunakan Peralatan Proyeksi
Proyeksi melaui teropong atau teleskop merupakan cara lain yang aman untuk melihat gerhana matahari. Hampir sama dengan cara diatas, yang membedakan hanya alat yang memproyeksikannya serta gambar yang diproyeksikan lebih bagus. Berikut langkah-langkah yang dilakukan :
  • Tutupi lensa objektif depan dari satu sisi teropong
  • Putar punggung anda menuju arah matahari. Tahan teropong dengan satu tangan, arahkan teropong pada gerhana sehingga lensa yang tidak tertutup mengambil gambar gerhana. Gunakan bayangan dari teropong untuk membantu anda meluruskan teropong.
  • Lihatlah gambar yang diproyeksikan menuju layar, dinding, atau potongan besar kertas putih yang ditahan dengan tangan anda. Kertas tersebut harus terletak sekitar 30 cm dari lensa mata teropong. Cukup gerakkan teropong di sekitar hingga gambar gerhana muncul pada layar proyeksi. Semakin jauh anda menahan karton dari lensa mata teropong, semakin besar gambarnya
  • Sesuaikan kedudukan teropong dengan tripot atau sebagainya, supaya anda lebih menikmati saat-saat melihat gerhana.

5. Gunakan Kacamata Tukang Las. 
Kacamata tukang las dengan tingkat kegelapan nomor 14 adalah salah satu filter yang paling terjangkau dan banyak tersedia yang dapat Anda gunakan untuk mengamati matahari dengan mata telanjang. Kacamata tersebut harus sepenuhnya menutupi mata Anda di sepanjang waktu penelitian. Filter seperti itu juga dapat ditambahkan ke bagian depan objektif teropong Anda.


Nah itulah postingan kami tentang cara melihat gerhana matahari dengan benar dan Aman. Semoga dapat bermanfaat ilmunya. Silahkan di share jika berkenan. Jangan lupa follow, like dan komentarnya ya. Terimakasih telah berkunjung J

Selasa, 20 Oktober 2015

Pengertian, Fungsi, dan Macam - Macam Satelit

Selamat datang di softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Satelit, beberapa poin utama yang akan kami bahas adalah Pengertian Satelit, Jenis Satelit, Fungsi Satelit, dan Cara Kerja Satelit. Semoga dapat bermanfaat.

A. PENGERTIAN SATELIT
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan waktu rotasi dan revolusi tertentu. Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia, satelit adalah bintang siarah yang mengedari bintang siarah yang lebih besar, misalnya bulan yang mengedari bumi. Satelit dapat mengelilingi planet karena adanya gaya gravitasi planet.

B. JENIS DAN FUNGSI SATELIT
1. Satelit Alami
Satelit alami adalah salah satu benda luar angkasa yang telah ada (bukan buatan manusia) yang mengorbit suatu planet. Satelit alami bumi adalah bulan. Selama mengelilingi bumi, bulan mengalami tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi bulan mengelilingi bumi dan revolusi bulan mengelilingi matahari. 

Rotasi merupakan gerakan peruputaran bulan pada porosnya, waktu rotasi bulan adalah satu bulan (29hari), sedangkan revolusi merupakan gerakan beredarnya bulan mengelilingi bumi. Akibatnya, bila dilihat dari bumi, bentuk bulan akan berubah-ubah, hal ini disebut fase bulan. Dalam sekali revolusi, bulan mengalami beberapa fase diantaranya bulan baru – bulan sabit – bulan setengah – bulan bungkuk – bulan purnama – bulan bungkuk – bulan setengah – bulan sabit – bulan baru.
SATELIT ALAMI
Selain berotasi dan berevolusi, bulan bersama bumi juga mengitari matahari. Waktu yang diperlukan bulan untuk mengitari matahari sama dengan waktu yang diperlukan bumi untuk mengitari matahari, yaitu satu tahun. Bulan mengelilingi matahari sekali dalam setahun, sedangkan mengelilingi bumi 12 kali dalam setahun, sehingga revolusi bulan sering dijadikan penanggalan masehi/hijriah.
Adapun fungsi satelit alami (bulan) diataranya adalah
  • Secara tidak lansung melindungi bagi planet yang diorbitnya dari hantaman benda langit lain seperti komet dan asteroid
  • Dapat mengontrl kecepatan rotasi suatu planet karena efek gravitasional tidal wave
  • Menyeimbangkan perputaran siklus air laut yang mengakhibatkan pasang surut air laut
  • Mengurangi efek yang ditimbulkan akibat radiasi sinar ultraviolet
  • Memberi penerangan pada malam hari
  • Contoh satelit alami lainnya diantaranya adalah Callisto, Ganymede, dan Io yang mengorbit planer Jupiter, serta Titan yang mengorbit planet Saturnus.

2. Satelit Buatan
SATELI BUATAN
Satelit buatan adalah salah satu benda luar angkasa buatan manusia yang mengorbit suatu planet yang dalam pembuatannya memiliki jenis dan fungsi tertentu dengan tujuan untuk kepentingan manusia. Berikut merupakan jenis-jenis satelit berdasarkan fungsinya,
  • Satelit navigasi, berfungsi untuk penerbangan dan pelayaran. Satelit ini akan memberikan informasi posisi pesawat terbang dan kapal yang sedang dalam perjalanan.
  • Satelit geodesi, berfungsi untuk melakukan pemetaan bumi dan mendapatkan informasi tentang grafitasi.
  • Satelit komunikasiberfungsi untuk komunikasi seperti radio, televisi, dan telepon.
  • Satelit meteorologi, berfungsi untuk menyelidiki atmosfer bumi guna melakukan peramalan cuaca.
  • Satelit penelitian, berfungsi untuk menyelidiki tata surya dan alam semesta secara lebih bebas tanpa dipengaruhi oleh atmosfer. Satelit ini berusaha mendapatkan data-data tentang matahari dan bintang-bintang lain untuk mengungkap rahasia alam semesta.
  • Satelit militer, berfungsi untuk kepentingan militer suatu negara, misalnya mengintai kekuatan senjata lawan.
  • Satelit survei sumber daya alam, berfungsi untuk memetakan dan menyelidiki sumber-sumber alam dibumi bagi kepentingan pertambangan, pertanian, perikanan dan lain-lain

3. Berdasarkan ketinggian garis edarnya, satelit dibedakan menjadi tiga macam, diantaranya
  • Satelit LEO (Low Earh Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar rendah yaitu diantara 500 km sampai 10.000 km dari permukaan bumi. Waktu revolusi satelit ini adalah 2 sampai 6 jam. Contoh satelit ini adalah Iridium, Global Star, Elipsat, Odessey, dan Constellation
  • Satelit MEO (Medium Earth Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar menengah yaitu diantaranya 10.000 km sampai 20.000 km. Waktu revolusi satelit ini antara 6 sampai 12 jam.
  • Satelit GEO (Geostatinonary Earth Global) yaitu satelit yang berada pada orbit geostasioner yaitu 36.000 km dari permukaan bumi. Orbit stasioner adalah orbit yang menyebabkan waktu reovolusi satelit sama dengan rotasi bumi, yaitu satu hari.  Contoh satelit ini adalah satelit palapa dan intelsat.

 C. CARA KERJA SATELIT
Satelit yang mengitari bumi pada orbitnya akan dikendalikan oleh Master Control Station di stasiun bumi. Pengendalian satelit yang berada puluhan ribu kilometer dari bumi menggunakan sistem otomatis yang didasarkan atas dua sistem pengendalian, yaitu Spin Stabillized Satellite dan Three Axiz Body Stabillized.

Spin Stabillized Satellite merupakan metode pengendalian satelit dengan cara menggerakan body satelit secara berputar untuk menuju ke suatu posisi tertentu yang diinginkan. Satelit secara teori akan diam pada posisinya di orbit, pada kenyatannya akan bergeser dari orbit yang sebenarnya.

Three Axiz Body Stabillized merupakan pengontrolan posisi satelit berdasarkan sumbu koordinal X,Y, dan Z. dari ketiga sumbu tersebut akan dipetakan menjadi posisi pitch, roll and yaw.

Kerja satelit terbagi dua, yaitu cara uplink dan downlink. Upulink adalah transmisi yang dikirim dari planet bumi menuju satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.

Pada dasarnya, komunikasi satellit dan cara kerjanya berguna sebagai repeater di langit, satelit juga menggunakan transponders, yaitu alat yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.

Umumnya komunikasi satelit menggunkan begit banyak transponders. Hal lain yang penting perannya dalam jaringan komunikasi satelit adalah antena satelit, karena benda ini berfungsi sebagai penerima transisi di setiap wilayah di dunia. Sedangkan sebuah satelit spancing (penempatan satelit) digunakan adar dalam melakukan transmisi lebih mudah berdasarkan wilayahnya. Power sistem yang digunkakan oleh satelit diperoleh dari sinar matahari yang diubah bentuk menjadi listrik yang menggunkan sel surya (solar cells)

Pesawat luar angkasa yang berada lama di uang angkasa membangkitkan tenaga dengan energi matahari. Pesawat memperoleh energi matahari itu dengan menggunakan struktur seperti sayap besar yang diberi nama panel surya, setiap panel surya tersusun atas banyak sel yang lebih kecil sel surya menghasilkan tnaga listrik saat terkena cahaya. Sel-sel tersebut dibuat dari bahan yang disebut silikon. Panel surya hanya akan bekerja bila saat menghadap ke arah matahari, dan satelit dilengkapi dengan sensor yang mencari arah cahaya. Motor menggerakkan panel dihadapkan ke cahaya matahari. Satelit juga dilengkapi dengan sumber tenaga yang berdurasi 12 tahun yang merupakan bahan bakarnya agar dapat beroprasi. 

Nah itulah postingan kali ini tentang Satelit, semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada yang belum dipahami silahkan sahabat tanyakan melalui kotak komentar di bawah ini. Silahkan artikelnya di share agar teman teman lainnya juga tahu Terimakasih telah berkunjung di softilmu. Jangan lupa follow dan komentarnya ya J

Sabtu, 17 Oktober 2015

Pengertian dan Macam - Macam Gerhana

Selamat datang di softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Gerhana. Beberapa poin utama yang akan kami bahas adalah Pengertian Gerhana, Macam – Macam Gerhana, dan Proses terjadinya Gerhana. Semoga ilmunya dapat bermanfaat.

A. PENGERTIAN GERHANA
Gerhana terjadi apabila bayang-bayang matahari terhalang oleh bumi atau bulan. Ketika sinar matahari terhalang oleh bumi atau bulan akan terbentuk daerah bayang-bayang inti (sempurna) seperti bentuk kerucut yang disebut umbra. Pada bagian lain juga akan terbentuk daerah bayang-bayang kabur yang disebut penumbra. Gerhana termasuk fenomena yang jarang terjadi. Hal itu dikarenakan bidang orbit bulan tidak berimpit dengan Ekliptika (jalur lintasan benda-benda langit dalam mengelilingi suatu titik pusat sistem tata surya), sehingga tidak setiap setengah bulan lamanya matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus. Perpotongan antara bidang orbit bulan dan ekliptika dinamakan dengan simpul. Ketika bulan berkonjungsi dan ketiga benda raksasa itu berada pada disekitar simpul, maka pada saat itulah terjadi gerhana.

B. MACAM MACAM GERHANA DAN PROSES TERJADINYA
Secara garis besar gerhana terbagi menjadi 2, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan.

a. Gerhana Matahari
Pada saat bulan berorbit tepat di antara bumi dan matahari, maka matahari tertutup oleh bulan sehingga bayang-bayang bulan sampai ke bumi, permukaan bumi yang tertutup bayang-bayang bulan akan mengalami gerhana matahari. Walaupun ukuran bulan lebih kecil dibanding matahari tetapi ada kalanya cahaya matahari dapat tertutupi sepenuhnya oleh bulan yaitu ketika bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi. Gerhana matahari berlansung lebih singkat daripada gerhana bulan. Gerhana bulan bisa berlangsung sampai 3 jam lebih sedangkan gerhana matahari hanya terjadi kurang dari 10 menit saja. Hal itu terjadi karena ukran bulan lebih kecil dari bumi, sehingga akan lebih cepat keluar dari bayang-bayang bulan. Gerhana matahari terbagi menjadi  :
GERHANA MATAHARI 
1. Gerhana Matahari Total
Gerhana ini terjadi ketika sinar matahari yang menuju bumi terhalang sepenuhnya oleh bayang-bayang bulan. Pada saat itu kedudukan bumi, bulan dan matahari berada pada satu garis lurus. Kondisi seperti ini pastinya sangat jarang terjadi. Mungkin seseorang hanya dapat menyaksikan gerhana ini sekali dalam hidupnya. Walaupun jarang terjadi, jangan memaksakan diri melihat gerhana ini dengan mata telanjang. Karena hal itu sangat berbahaya. Kita bisa melihatnya dengan pengamanan alat khusus ataupun melalui rekaman.

2. Gerhana Matahari Sebagian
Gerhana matahari sebagian terjadi sinar matahari menuju bumi tertutupi oleh bayang-bayang penumbra bulan. Saat gerhana ini berlangsung, akan terlihat sebagian dari cakram matahari tertutup oleh cakram bulan.

3. Gerhana Matahari Cincin
Gerhana ini terjadi ketika bumi mengalami lanjutan umbra bulan yaitu ketika bulan berada pada titik terjauh dari bumi. Gerhana ini dapat ditandai dengan adanya garis cahaya membentuk lingkaran cincin yang memiliki lubang hitam ditengahnya.

4. Gerhana matahari hibrida
Gerhana hibrida bergerak antara gerhana total dan cincin. Saat titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.

b. Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi apabila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Saat itu bidang orbit bumi berimpit dengan bidang orbit bulan. Gerhana bulan hanya terjadi satu atau dua kali dalam setahun yaitu pada malam purnama atau pada saat bulan bersinar utuh. Namun gerhana bulan tidak terjadi pada setiap bulan purnama. Penyebabnya adalah bidang orbit bulan dan ekliptika bersilangan sebesar 5° sehingga bulan tidak selalu berada di ekliptika.

Ketika terjadi gerhana, bulan yang sedang purnama memasuki area bayangan bumi yang disebut penumbra (bayangan kabur) atau umbra (bayangan inti). Berdasarkan bagaimana bulan memasuki bayangan bumi tersebut, gerhana bulan dibagi menjadi 3 macam yaitu 
GERHANA BULAN
1. Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total terjadi terjadi jika bulan tepat berada pada bayangan umbra bumi. ketika hanya sebagian bulan yang masuk ke umbra, maka yang terjadi adalah gerhana sebagian. Saat ini terjadi, bulan terlihat seperti sabit tebal yang kemudian menipis seiring dengan semakin banyaknya bagian bulan yang masuk ke umbra bumi. Menjelang gerhana bulan total terjadi, yaitu ketika sebagian besar bulan sudah masuk ke umbra bumi, bagian umbra yang tadinya gelap akan tampak memerah. Begitu pula ketika bulan sudah masuk seluruhnya ke dalam umbra, bulan juga akan tampak memerah dan bukannya gelap total. Warna kemerahan tersebut berasal dari cahaya Matahari yang masih diteruskan oleh atmosfer Bumi. Atmosfer Bumi menyebabkan langit siang hari menjadi biru dan langit fajar/senja menjadi merah karena efek hamburan Rayleigh. Ketika fajar/senja lintasan cahaya Matahari di atmosfer lebih besar karena posisi matahari hampir sejajar dengan horizon. Pada saat itu, cahaya biru dari matahari dihamburkan oleh partikel di atmosfer, sedangkan cahaya merah diteruskan. Akibatnya hanya cahaya merah saja yang terlihat.

2. Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana bulan sebagian terjadi jika sebagian bulan berada pada bayangan umbra bumi dan sebagian lagi berada pada penumbra bumi. Pada saat ini terjadi permukaaan bulan akan terlihat gelap dan memerah, sedangkan sebagian lagi akan tampak normal.

3. Gerhana Bulan Penumbra
Gerhana bulan penumbra terjadi ketika bulan tepat berada di bayangan penumbra bumi. Pada saat itu, bulan hanya akan tampak berkurang kecemerlangannya atau sedikit redup dari biasanya. Perubahan ini biasanya sulit dideteksi dengan mata dan hanya bisa diukur dengan alat khusus.


Nah Itulah postingan kami kali ini tentang Pengertian dan Macam - Macam Gerhana. Semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada yang belum dimengerti silahkan ditanyakan melalui kotak komentar di bawah. Kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung di softilmu, jangan lupa follow dan komentarnya. 

Selasa, 13 Oktober 2015

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan

Selamat datang di softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan membahas tentang Bulan. Beberapa poin utamanya adalah Pengertian Bulan, Teori Terbentuknya Bulan, Fungsi Bulan, Rotasi, dan Revolusi Bulan, juga Fase Bulan. Semoga ilmunya dapat bermanfaat.

A. PENGERTIAN BULAN
Nama untuk satelit alami Bumi adalah Moon yang berasal dari mone (sekitar 1380) yang juga berkembang dari kata moone (1135, berasal dari kata bahasa inggris kuno mona (sebelum 725). Sebutan lain untuk Bulan dalam bahasa inggris modern adalah lunar,berasal dari bahasa latin Luna. Sebutan lainnya yang kurang umum adalah selenic, dari bahasa Yunani Kuno  Selene yang kemudian menjadi dasar penamaan selenografi ( Studi mengenai permukaan dan ciri-ciri fisik Bulan ).

Bulan berbentuk bulat, bertekstur kasar dan berlubang akhibat tumbukan benda luar angkasa. Bulan memiliki diameter 3.474 km dengan massa 0,012 massa Bumi dan massa jenisnya 3,4 gram/cm3. Jarak rata-ratanya ke Bumi sekitar 384.403 km atau sebanding dengan 30 kali diameter Bumi. 

Bulan bukan hanya sekedar penghias langit dimalam dan penerangan saat Matahari tenggelam. Bulan adalah satu-satunya stelit alami Bumi, bukan buatan manusia yang mengorbit Bumi dan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri, cahayanya berasal dari pantulan cahaya Matahari. Objek yang dikenal sebagai satelit Bumi ini merupakan salah satu anggota tata surya yang senantiasa mengelilingi planet ketiga dari Matahari ini. Bulan juga merupakan satelit terpadat kedua setelah lo yang merupakan satelit Yupiter. Bulan adalah benda langit yang paling terang setelah Matahari. Meskipun bulan tampak sangat putih dan terang, permukaan Bulan sebenarnya gelap, dengan tingkat keerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair. Udara, air terlebih lagi kehidupan tidak terdapat di  Bulan. Namun, pada Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air yang melewati permukaan Bulan. Uap air tersebut hanya bertahan 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil2. Ternyata setelah diusut oleh para ilmuan, endapan es setebal dua meter ditemukan di beberapa kawahnya, demikian laporan beberapa peneliti dalam satu dari dua studi yang memperlihatkan bukti adanya air di Bulan.

Dalam satu dari dua studi yang disiarkan, Paul Spudis dari Lunar and Planetary Onstitude di Huston dan rekannya menganalisis pesawat antariksa India, Chandrayaan, untuk mendapatkan bukti mengenai mendapat bukti mengenai endapan es di beberapa kawah yang selamanya tertutup bayang-bayang di Bulan.
Pengertian dan fungsi Bulan
PENGERTIAN BULAN

B. TEORI TERBENTUKNYA BULAN
Pembentukan Bulan memiliki banyak teori yang masih saja menjadi perdebatan. Berikut teori-teori pembentukan Bulan.

1. Teori Co-Akresi
Seorang astronom Prancis bernama Edouard Roche mengusulkan teori pembentukan Bulan yang bernama teori Co-Akresi. Teori ini bercerita bahwa Bulan tercipta karena terkondensasi dari materi kemudian berputar seperti awan debu panas yang menciptakan Bumi. Awan debu panas ini perlahan terkontaksi kemudian mendingin membentuk cincin gas disekelilingnya. Cincin Gas tersebutlah yang membentuk Bulan. Masalahnya, hipotesis ini tidak mampu menjelaskan momentum sudut dalam sistem Bumi-Bulan atau mengapa Bulan memiliki inti besi yang relatif kecil dibandingkan Bumi sedangkan logikanya jika Bulan dan Bumi terbentuk dari gas yang sama maka kandungannya pun seharusnya sama.  (25% dari jari-jarinya sedangkan Bumi 50%dari jari-jarinya)

2. Teori pembelahan (Fisi)
George Darwin putra dari ilmuan terkenal Charles Darwin penulis “Origin of Species” pada tahun 1878 mengumumkan Teori Fisi. Darwin menyimpulkan bahwa Bulan secara bertahap bergerak menjauh. Darwin mulai mempertimbangkan apa yang akan terjadi jika saja waktu diputar kembali. Seperti menjalankan film dalam hitungan mundur. Darwin juga menyimpulkan bahwa dahulu Bulan bersatu dengan Bumi. Sebagian kecil dari Bumi terpisah kemudian membentuk Bulan. Namun, putaran Bumi dan orbit bulan tidak sesuai dengan pola yang diprediksi oleh teori fisi ini. Bumi akan berputar lebih cepat untuk memperhitungkan tingkat rotasinya sekarang ini.

3. Teori Penangkapan (Capture)
Pada tahun 1909 Thomas Jefferson Jackson See telah menhabiskan waktu menganalisis hipotesis baik co-Akresi maupun Fisi. Tetapi Thomas mengembangkan ide yang sangat berbeda yaitu teori Penangkapan (Capture). Teori ini menyatakan gravitasi Bumi menarik Bulan yang terbentuk di tempat berbeda dalam tata surya kemudian sedang berjalan dari bagian yang jauh dari tata surya. Tapi kemudian bergerak terlalu dekat dengan Bumi sehingga ditangkap oleh gravitasi Bumi. Skenario penangkapan inilah yang menarik astronot Appolo membawa batu bulan ke Bumi. Mineral di dalamnya ternyata mirip dengan yang ada di mantel Bumi(sama sekali tidak asing). Namun teori ini tidak dapat menjelaskan perbedaan kandungan besi antar Bumi dan Bulan. Kelemahannya juga tidak ada penjelasan mengenai media penolak bagi objek sebesar Bulan sehingga tidak menabrak Bumi.

Dari beberapa teori yang sudah tersebut diatas yang masih saja diragukan, terpecahkan dengan model yang satu ini. Model apakah dia? Check it out

4. Teori Tubrukan Besar
Pada tahun 1974 muncul teori yang menyatakan Bulan diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, tak lama setelah pembentukan Bumi. Meskipun terdapat sejumlah hipotesis mengenai asal usul Bulan, hipotesis yang paling diterima saat ini menjelaskan bahwa Bulan terbentuk dari serpihan yang terlepas setelah sebuah benda langit seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi. Tabrakan ini cukup besar sehingga menyebarkan maetri pecahan Bumi dan Theia di sekitar Bumi. Materi tersebut kemudian saling terikat oleh gravitasi, dan membentuk Bulan. Pembuktian ini dilakukan dengan mempelajari rasio antara isotop, seperti oksigen, titanium, silikon dll. Menurut model tubrukan ini, Bulan sebagian besar terbentuk dari materi Theia antara 70-90 persen sementara sisanya berasal dari bumi.

Kini ilmuan menyimpulkan Bulan terbentuk dengan rasio 50-50 antara materi Bumi dan Theia. Namun begitu teori ini masih harus ditopang dengan bukti-bukti lainnya. Masih ada beberapa pertanyaan yang masih belum bisa dibuktikan mengenai model yang paling diakui ini. Energi dari dampak tubrukan diperkirakan dapat memanaskan Bumi yang menghasilkan lautan magma, tapi tidak ada bukti perbedaan permukaan yang dihasilkan dari materi yang lebih berat yang tenggelam ke dalam mantel Bumi. Saat ini tidak ada model yang serupa diawali dengan tubrukan besar dan diikuti dengan evolusi puing-puingnya menjadi Bulan.Tantangannya adalah untuk menjelaskan mengapa sisi luar Bulan yang tidak terlihat oleh kita dari permukaan Bumi lebih banyak gunungnya dari sisi permukaan Bulan yang dapat dilihat. Pertanyaan lainnya mengapa Venus yang juga mengalami tubrukan besar saat proses pembentukannya tidak memili Bulan yang serupa? Ataukah ada unsur “tabrak lari” dengan impactor (penabrak) besar yang melaju cepat sehingga setelah menabrak Bumi,ia meruntuhkan mantel Bumi yang unsurnya serupa dengan unsur Bulan?

Pertanyaan-pertanyaan ini masih menjadi PR penting para ilmuan yang masih berkutat dengan bukti-bukti yang ada. Intinya Bulan sebenarnya masih memiliki misteri yang sampai saat ini belum bisa dipecahkam.

C. FUNGSI BULAN
Bulan bukan hanya sebagai pajangan untuk menghiasi malam di Bumi. Pembaca sekalian pasti akan sangat bersyukur jika tau fungsi utamanya. Berikut fungsi bulan bagi Bumi kita :
  • Melindungi Bumi dari hantaman benda langit seperti komet dan asteroid.
  • Mengontrol kecepatan rotasi suatu planet karena eefek gravitasional tidal wave. Dalam sejarah Bumi, efek ini memberikan keuntungan kepada Bumi karena menurut perhitungan fisika, bulan memperlambat rotasi Bumi, yang dulunya Bumi berotasi dengan cepat (Bumi-Bulan saling menyeimbangkan kecepatan).
  • Menyeimbangkan perputaran siklus air laut yang menyebabkan pasang surut.
  • Meteor yang menuju ke Bumi diblok atau dialihkan melalui gravitasi Bulan serta gaya magnetik Bulan.
  • Memblokir radiasi sinar ultraviolet yang berefek buruk bagi tubuh.
  • Membantu kita melihat di malam hari

Bumi (dan planet lainnya) tidak sempurna menghindar tanpa resiko. Bumi memaksakan gesekan dalam perputaran bulan, Bulan juga memaksakan gesekan dalam perputarannya di Bumi. Jadi , jaraknya dalam sehari meningkat beberapa milisekon setiap abad.

Pada awalnya bulan hanya berjarak 23.000 km dari bumi, tapi sekarang ini jarak Bulan ke Bumisekitar 384.400 km. Hal ini menunjukkan bahwa dimasa yang akan datang Bulan akan semakin jauh lagi dan akan tampak semakin kecil di langit. Bahkan suatu saat bisa saja Bulan tidak lagi dapat menutupi Matahari saat terjadi Gerhana.

Kemungkinan terburuknya Bulan menghilang. Mudah sekali diprediksi bahwa akan timbul kekacauan. Efek yang akan muncul bersifat sementara namun sangat berpengaruh yaitu hilangnya pengaruh kendali dari Bulan. Hal ini menyebabkan laut pun ikut kehilangan kendali. Bersamaan dengan menghilangnya Bulan, Bumi akan terlempar keluar dari orbitnya karena didorong oleh energi yang tersisa sesaat sebelum Bulan menghilang. Juga akan terjadi perubahan orbit Bumi terhadap Matahari sehingga menyebabkan perubahan musim yang sangat ekstrim.

Nah, pembaca sekalian, coba anda renungkan betapa besar fungsi Bulan yang selama ini mungkin kita anggap sepele.

D. ROTASI DAN REVOLUSI BULAN
Pengamat khusus di bumi memperhatikan bahwa pada dasarnya bulan menjaga kesamaan sisi untuk berhadapan dengan planet kita sebagaimana Bumi melintasi orbitnya. Hal ini bisa saja menimbulkan satu pertanyaan, apakah bulan berotasi? Jawabannya adalah ya,  namun itu nampaknya berlawanan dengan apa yang mata kita amati.
Rotasi Bulan adalah perputaran Bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. Bulan mengitari Bumi sekali dalam setiap 27.322 hari. Perputaran ini setidaknya  memerlukan kurang lebih 27 hari untuk bulan berotasi sekali dalam porosnya. Akhirnya, bulan tidak tampak berputar tetapi muncul jika diamati dari Bumi. Ilmuan menyebutnya sebagai rotasi sychronous.

Sisi Bulan yang secara terus-menerus menghadap Bumi dikenal sebagai sisi terdekat. Sisi berlawanan atau “sisi belakang” adalah sisi yang terjauh. Terkadang, sisi yang jauh ini disebut sisi gelapnya, tetapi itu tidaklah benar. Ketika Bulan berada di antara Bumi dan matahari, selama tahap bulan baru, sisi belakang bulan tampak saat fajar.

Walaupun demikian, orbit dan rotasi tidak selalu sama. Bulan mengitari Bumi dengan obit yang elips, tidak bulat sepenuhnya. Ketika bulan sangat dekat dengan Bumi, rotasinya lebih pelan dari jalannya menuju ruang angkasa, mengijinkan para pengamat untuk melihat tambahan 8 derajat ke sisi timur. Ketika bulan sangatlah jauh, rotasinya lebih cepat, jadi kecondongan 8 derajat terlihat ke arah barat.
Jika kita dapat melintas disekitar sisi jauh bulan sebagai astronot appolo 8 sekali saja, kita dapat melihat perbedaan mencolok permukaan dari apa yang kamu lihat biasanya. Ketika sisi dekat bulan dihaluskan daratan gelap besar yang dibentuk oleh lava lava solid yang bergerak(terbang) dan pegunungan cahaya bulan, sisi jauh terlihat mempunyai banyak kawah.

Periode perputaran bulan tidak selalu sama dengan orbit disekitar planet.  Gravitasi bulan mempengaruhi pasang surut air laut di Bumi, seperti gravitasi Bumi mempengaruhi bulan. tetapi karena Bulan mempengaruhi lautan, Bumi menarik keraknya, membentuk pasang pada titiknya terhadap Bumi.

Gravitasi dari Bumi menarik pasang besar terdekat, mencoba untuk menjaganya tetap sama. Hal ini membuat gesekan pasang yang memelankan perputaran Bulan. Ketika tiba saatnya, perputaran sangatlah pelan sampai orbit dan rotasinya sama, dan sisi yang sama tampak menjadi pasang, selamanya berpusat pada Bumi.

Bulan tidak hanya satelit yang mengalami gesekan dengan planet induknya. Banyak Bulan yang lain di tata surya yang tampak tidal dengan pasangannya.  Seperti Bulan terbesar, hanya Bulan dari planet saturnus Hyperion, yang mana berputar tidak sempurna dan berinteraksi dengan bulan yang lain, tidak sesuai pasangnya.

E. FASE BULAN
Dalam satu kali berotasi, bulan memerlukan waktu yang sama dengan satu kali revolusinya mengelilingi bumi. Revolusi merupakan gerakan (peredaran) Bulan yang mengelilingi Bumi. Waktu yang diperlukan Bulan untuk berevolusi adalah 27 hari 7 jam 43,2 menit. Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena sinar Matahari juga berubah-ubah Perubahan bentuk bulan itu disebut fase bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami 8 fase. Apabila dirata-ratakan, setiap fasebulan berlangsung selama 3-4 hari. Berikut pembagian 8 fase-fase revolusi Bulan :
8 Fase Bulan
FASE BULAN
1. Fase 1 (Bulan Baru/New Moon)
Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima cahaya dari matahari, maka, Bulan tidak terlihat. Fase ini terjadi di hari pertama dimana Bulan berada diposisi 0 derajat.

2. Fase 2 (Sabit Muda/Waxing Crescent)
Selama fase ini, kurang dari setengah Bulan yang menyala dan sebagai fase berlangsung, bagian yang menyala secara berthap akan lebih besar. Fase ini terjadi di hari keempat dimana Bulan berada di posisi 45 derajat. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak melengkung seperti sabit.

3. Fase 3 (Kuartal III/Third Quarter)
Bulan mencapai tahap ketika tampak setengah lingkaran. Fase ini terjadi di hari ke delapan dimana Bulan berada di posisi 90 derajat.

4. Fase 4 (Waxing Gibous)
Awal fase ini ditandai saat Bulan setengah, bagian yang tampak akan lebih besar. Pada hari kesebelas, Bulan berada pada posisi 135 derajat dan terlihat seperti cakram (Bulan cembung)

5. Fase 5 (Full Moon)
Pada fase ini, Bulan berada pada sisi berlawanan dengan Bumi dan cahaya Matahari sepenuhnya terkirim ke Bulan. Fase ini terjadi di hari ke empat belas, Bulan berada pada posisi 180 derajat. Pada posisi ini, Bulan terbentuk sempurna (lingkaran penuh) disebut juga Bulan Purnama.

6. Fase 6 (Wanning Gibous)
Dimana bagian yang tampak akan semakin kecil secara bertahap. Fase ini terjadi di hari ketujuh belas, Bulan berada pada posisi 225 derajat. Penampakannya kembali seperti cakram.

7. Fase 7 ( Kuartal I/ First Quarter)
Setengah dari Bulan terlihat. Fase ini terjadi di hari kedua puluh satu, Bulan berada tepat pada posisi 270 derajat. Penampakannya sama seperti Bulan pada fase 3  atau Kuartal III

8. Fase 8 ( Sabit Tua/ Waning Crescent)
Sebagian kecil dari bulan terlihat. Fase ini terjadi di hari kedua puluh lima. Bulan berada pada posisi 315 derajat. Penampakannya sama seperti pada posisi 45 derajat. Bulan tampak seperti sabit.

Fase ini akan terus berulang, Bulan akan kembali ke kedudukan semula yaitu Bulan mati atau Bulan Baru.


Nah itulah postingan softilmu kali ini tentang Bulan, semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada yang belum dimengerti, sahabat bisa menanyakannya melalui kotak komentar di bawah ini. Terimakasih telah berkunjung di softilmu, jangan lupa follow dan komentarnya. J