Jumat, 30 Oktober 2015

Pengertian dan Pengukuran Data Antropometrik

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Pengertian, Pengukuran dan Data Antropometrik. Data antropometrik ini terdiri dari Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Rasio Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB), Lingkar Lengan Atas (LILA), Tebal Lipatan Kulit (TLK; skinfold thickness), Lingkaran Kepala, Lingkaran Dada dan Lingkaran Perut. Langsung saja kita akan masuk ke topik pembahasan kita.

Note : untuk tabel antropometri lengkap bisa download disini

Sebelum kita mengukur nilai antropometri, pertama kita harus mengetahui definisi dari antropometri itu sendiri. Antropometri adalah ilmu yang mempelajari pengukuran dimensi tubuh manusia (ukuran, berat, volume, dan lain-lain). Antropometri ini biasanya dilakukan pada anak-anak.

antropometri


A. Berat Badan (BB)

Berat badan adalah parameter pertumbuhan paling sederhana, mudah diukur, pengukuran ulangnya juga mudah, dan bisa sebagai indeks status nutrisi sesaat. Beberapa keadaan sakit pada anak bisa mempengaruhi berat badan, contohnya jika ada edema, organomegali, hidrosefalus, dan sebagainya. Jika terdapat keadaan seperti itu, maka indeks antropometri dengan menggunakan berat badan tidak dapat dipakai untuk menilai status nutrisi. Untuk evaluasi diperlukan data antropometrik lainnya yaitu kue yang tepat, jenis kelamin, dan acuan standar. Hasil pengukuran berat badan dipetakan pada kurva standar berat badan/umur (BB/U) dan berat badan/tinggi badan (BB/TB).

download tabel antropometri disini

Interpretasi:
BB/U dibandingkan acuan standar, dinyatakan dalam persentase
  • >120% disebut gizi lebih
  • 80-120% disebut gizi baik
  • 60-80% tanpa edema: gizi buruk ; dengan edema : gizi buruk (kwasiorkor)
  • <60% gizi buruk, tanpa edema (marasmus); dengan edema (marasmus-kwasiorkor)

Perubahan berat badan (berkurang atau bertambah perlu mendapat perhatian, karena merupakan petunjuk adanya masalah nutrisi akut. Kehilangan berat badan dapat dihitung berdasarkan rumus (BB saat ini / BB semula) x 100%. Interpretasinya:
  • 85-95% : kehilangan BB ringan (5-15%)
  • 75-84% : kehilangan BB sedang (16-25%)
  • <75% : kehilangan BB berat (>25%)


B. Tinggi Badan (TB)

Tinggi badan anak harus diukur pada tiap kunjungan. Pengukuran tinggi badan adalah sederhana, mudah, dan apabila dikaitkan dengan hasil pengukuran berat badan akan memberikan informasi yang mempunyai makna tentang status nutrisi dan pertumbuhan fisik anak.

Sama seperti pengukuran berat badan pengukuran tinggi badan juga membutuhkan informasi mengenai umur yang tepat, jenis kelamin, dan baku yang diacu. Tinggi badan dipetakan pada kurva tinggi badan atau dihitung berdasarkan standar baku dan dinyatakan dalam persen.

Interpretasi
(1) TB/U pada kurva
  • <sentil 5 : defisit berat
  • Sentil 5-10 : perlu evaluasi untuk membedakan apakah perawakan pendek akibat defisiensi nutrisi kronik atau konstitusional

(2) TB/U dibandingkan standar baku (%)
  • 90-110% : baik/normal
  • 70-89% : tinggi kurang
  • <70% : tinggi sangat kurang


C. Rasio Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)

Rasio BB/TB bila dikombinasikan dengan berat badan menurut umur dan tinggi badan menurut umur sangat penting dan lebih akurat dalam penilaian status nutrisi karena ia akan memberikan gambaran proporsi tubuh serta dapat membedakan antara wasting dan sunting atau perawakan pendek. Indeks ini digunakan pada anak perempuan hanya sampai tinggi badan 138 cm, dan pada anak lelaki sampai tinggi badan 145 cm. Setelah itu rasio BB/TB tidak begitu banyak artinya, kena adanya percepatan tumbuh (growth spurt). Keuntungan indeks ini adalah tidak diperlukannya faktor umur, yang sering kali tidak diketahui secara tepat.

BB/TB dinyatakan dalam persentase dari BB standar yang sesuai dengan TB terukur individu tersebut. Cara perhitungannya adalah:

BB/TB (%) = (BB terukur saat itu)/(BB standar sesuai untuk TB terukur) x 100%
 Interpretasi:
(1) Penilaian status gizi berdasarkan persentase TB/BB
  • >120% : obesitas
  • 110-120% : overweight
  • 90-110% : normal
  • 70-90% : gizi kurang
  • 70% : gizi baik


D. Lingkar Lengan Atas (LILA)

Pada anak berumur 1-5 tahun, LILA saja sudah dapat menunjukkan status gizi.
Interpretasinya:
  • <12,5 cm : gizi buruk
  • 12,5 – 13,5 cm : gizi kurang
  • >13,5 cm gizi baik

Bila umur tidak diketahui, status gizi dinilai dengan indeks LILA/TB
Interpretasi:
  • >85% : gizi baik (normal)
  • 80-85% : borderline / kurang kalori protein (KKP) I
  • 75-80% : gizi kurang / KKP II
  • <75% : gizi buruk / KKP II


E. Tebal Lipatan Kulit (TKL; skinfold thickness)

Hampir 50% lemak tubuh berada di jaringan subkutan hingga dengan mengukur lapisan lemak dengan pemeriksaan TLK dapat diperkirakan jumlah lemak total dalam tubuh. Hasilnya dapat menunjukkan status gizi dan komposisi tubuh, serta cadangan energi. Bila dikaitkan dengan indeks BB/TB, ia dapat menentukan malnutrisi kronik. LILA yang dikaitkan dengan nilai (TLK)-triseps, dapat dipakai menghitung massa otot.

F. Lingkaran kepala, lingkaran dada, dan lingkaran perut

Lingkaran kepala dipengaruhi oleh status gizi pada anak sampai usia 36 bulan. Pengukuran rutin dilakukan untuk menjaring kemungkinan adanya penyebab lain yang dapat memengaruhi pertumbuhan otak; pengukuran berkala lebih memberi makna daripada pengukuran sewaktu. Hasil pengukuran dipetakan dalam grafik standar.

Interpretasi:
  • Lingkaran kepala <sentil ke-5 atau <-2SB menunjukkan adanya mikrosefalia, dan kemungkinan malnutrisi kronik pada masa intrauterin atau masa bayi/anak dini.
  • Lingkaran kepala >sentil ke-95 atau >+2SB menunjukkan adanya makrosefali.


Lingkaran dada diperiksa pada bayi baru lahir serta setiap kunjungan sampai usia 2 tahun. Pada bayi baru lahir lingkaran dada 2 cm lebih kecil dari lingkaran kepala, kemudian berangsur sama atau sedikit lebih besar dari lingkaran kepala setelah usia 2 tahun. Lingkaran dada diukur dengan pita pengukur, melingkari tubuh setinggi puting susu.

Lingkaran perut diukur bila terdapat asites untuk menilai progresivitasnya. Lingkaran perut diukur pada posisi duduk atau berdiri, kecuali jika pasien sakit berat atau bayi maka boleh dalam posisi tidur. Pengukuran dilakukan pada lingkaran perut terbesar, pada umumnya melalui umbilikus.


Baiklah sobat, inilah postingan kita kali ini mengenai Pengertian, Pengukuran dan Data Antropometrik. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. J

Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri, dan Klasifikasi Aves (Burung)

Selamat datang di softilmu, blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan bebagi ilmu tentang AVES (BURUNG), beberapa topik pembahasan utamanya adalah Pengertian Aves (burung), Ciri – Ciri Aves (Burung), Struktur Tubuh Aves (Burung), Klasifikasi Aves (Burung), dan Sistem Organ Aves (Burung).

A. PENGERTIAN AVES (BURUNG)
Aves (burung) adalah kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang unik, karena sebagian besar aves merupakan binatang yang beradaptasi dengan kehidupan secara sempurna. Walaupun semua aves ditutupi bulu, akan tetapi jenis tertentu seperti burung unta, burung emu atau kiwi tidak dapat terbang. Bahkan ada jenis burung tertentu yang tidak memiliki sayap. Aves adalah hewan berdarah panas sama seperti mamalia, aves berkembang biak dengan ovipar (bertelur). Sebagian mereka hidup menetap, dan ada juga yang hidup berpindah tempat (migrasi).

B. CIRI – CIRI AVES (BURUNG)
Tubuh utama dari aves terdiri atas kepala, leher, badan dan ekor. Ciri-ciri utama dari aves adalah tubuhnya berbulu, memiliki paruh yang sesuai dengan makanannya. Pemakan daging seperti elang dan burung hantu memiliki paruh yang bengkok dan sangat tajam untuk merobek. Paruh yang kuat membantu burung yang memakan biji-bijian. Bebek dan angsa memiliki paruh yang luas, untuk membantu beradaptasi di air dan karena bebek dan angsa hanya memakan makanan yang lunak. Hampir semua aves mempunyai sayap, dan kebanyakan dari mereka juga dapat terbang. Alat gerak seperti kaki pada aves terdiri dari 4 jari, yang digunakan untuk berjalan, bertengger, mencengkram mangsa.

Aves termasuk hewan berdarah panas, suhu tubuhnya mencapai 40 derajat celsius. Hewan ini berkembang biak dengan cara bertelur. Telurnya ada yang berwarna dan juga berbintik-bintik. Mereka melindungi telurnya dengan cara membuat sarang.

Sebagian besar burung memiliki kerangka ringan dan tulang keropos, hal ini membuat mereka dengan cukup ringan untuk terbang. Pinguin tidak bisa terbang dikarenakan mempunyai tulang yang berat yang berisi sumsum tulang yang cukup memadai untuk membantu mereka menjaga suhu tubuuhnya untuk bertahan disuhu yang sangat dingin. Burung unta memiliki tulang yang berat dan juga kuat pada kakinya, ini membantu mereka untuk berjalan dan berlari dalam melakukan kehidupan sehari-harinya.

Aves juga tidak memiliki gigi, setelah mereka memakan sesuatu, makanan tersebut akan digiling hingga dapat ditelan. Dan setelah itu dengan mudah di cerna dilambung dan makanan tersebut keluar sebagai feses melalui

D. STRUKTUR TUBUH AVES (BURUNG)
STRUKTUR TUBUH AVES (BURUNG)
Struktur tubuh (anatomi) aves  meliputi :
  • Hampir seluruhnya ditutupi bulu dan kakinya bersisik yang merupakan ciri mirip reptil.
  • Leher fleksibel dan tengkoraknya berhubungan dengan condylus occipital tunggal.
  • Otak relatif besar dengan corpora striata yang padat (bagian otak yang berfungsi sebagai pengatur perilaku dan insting). Lobus opticus (bagian otak yang berfungsi sebagai penglihatan) besar.
  • Rahang bawah terdiri atas tulang-tulang yang kompleks. Terdapat auditory ossicle (tulang pendengaran).
  • Suara yang dihasilkan oleh syrinx yang terdapat pada dasar trakea. Larynx pada aves tidak berkembang (rudimenter) dan tidak ada pita suara.
  • Tidak mempunyai gigi, kecuali “gigi telur” yang diperlukan untuk membantu penetasan. Mulut mempunyai rostum (paruh) yang terbentuk oleh maxilla pada ruang atas dan mandibula pada ruang bawah dan terbuat dari zat tanduk. Pada atap paruh atas terdapat lubang hidung (nares interna pada sebelah dalam dan nares externa sebelah luar)
  • Tungkai muka bermodifikasi menjadi sayap, sehingga burung dapat terbang. Bagian lengan bermodifikasi menjadi panjang, jari tengah memanjang untuk menyokong bulu terbang. Sebuah jari depan terpisah untuk menyokong bulu alula yaitu bulu kecil yang merupakan bulu penting untuk gerakan aerodinamika. Jari belakang menyokong jari tengah. Tungkai belakang bermodifikasi secara beragam untuk berjalan dengan dua kaki di tanah,atau burung berenang atau kedua-duanya. Umumnya mempunyai mempunyai jari-jari,satu ke arah belakang (hallux), dan tiga ke arah depan.
  • Tulang panjang maupun tulang vertebrae (tulang belakang) tidak mempunyai epiphisis. Vertebrae cervical (tulang leher) berbentuk sadel di bagian tengah sehingga leher dapat bergerak leluasa.
  • Jantung beruang empat. Lengkung aorta kiri tidak ada, eritrosit berbentuk bulat dan berinti.
  • Tidak mempunyai diafragma. Sistem kantung udara yang berkembang dengan baik sangat membantu paru-paru untuk mengedarkan udara ke seluruh tubuh
  • Telur besar dengan kuning telur yang banyak dan dilindungi oleh cangkang kapur. Pengeraman dilakukan oleh salah satu atau kedua induknya di dalam sarang.
  • Suhu badan tetap, umumnya lebih tinggi dari pada mamalia yaitu diatas 40 derajat Celcius.

C. KLASIFIKASI AVES (BURUNG)
Aves dikelompokkan dalam beberapa ordo, yaitu :
  • Ordo ratites: merupakan burung yang tidak dapat terbang. Contohnya burung unta (Struhio camelus).
  • Ordo galliformes: yang memiliki kaki untuk mengorek dan berlari. Contohnya ayam kampung (Gallus gallus bankiva).
  • Ordo natatores: merupakan yang berenang,kaki pendek dan memiliki selaput renang di antara jari kakinya. Contohnya angsa (Olor columbianus).
  • Ordo grallatores: merupakan burung yang memiliki paruh, leher, dan tungkai yang panjang. Contohnya flaminggo (phoenicoptenoruber).
  • Ordo coraciformes: merupakan burung yang memiliki paruh dan kepala yang besar tungkai pendek. Contohnya rangkong (buceros rhinoceros).
  • Ordo columbiformes : merupakan burung yang memiliki tembolok yang besar pemakan biji-bijian. Contohnya burung merpati (Columba domestica).
  • Ordo apodiformes: Contohnya wallet (chaetura plagica).
  • Ordo oscines: merupakan burung yang memiliki suara bagus karena pitasuaranya yang baik. Contohnya burung kenari (serinus canaria).

E. SISTEM ORGAN AVES (BURUNG)
1. Sistem Pernapasan
Burung memiliki kebutuhan oksigen yang tinggi. Burung memiliki alveoulus (kantong udara) yang berfungsi untuk pertukaran udara yang masuk dan keluar. Alveolus nya juga dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan udara.

Udara mengalir dari kantung udara belakang (posterior) ke depan (anterior). Udara di hirup melalui hidung, masuk ke paru-paru melalui tenggorokan atau trakea. Setelah sampai diparu-paru, oksigen tersebut masuk kedalam darah dan membawa oksigen keseluruh tubuh, kemudian darah yang kembali keparu-paru membawa karbon dioksida, dan dikeluarkan kembali melalui hidung atau mulut. Difusi atau pertukaran gas pada paru-paru aves lebih baik dibandingkan mamalia.

2. Sistem peredaran darah
Burung memiliki empat ruang jantung, sama halnya dengan manusia. Hal ini memungkinkan nutrisi mudah untuk sampai ke seluruh organ tubuh, juga transportasi oksigen ke seluruh tubuh. energi ini digunakan oleh burung untuk banyak hal, terutama untuk terbang.
SISTEM SIRKULASI AVES (BURUNG)
3. Sistem pencernaan
Pencernaan pada burung dimulai dari rostrum  (paruh), rongga mulut, pharynx, esophagus, proventriculus, lambung, intestinum (usus) tenue dan crassum, dan terakhir adalah pembuangan melalui kloaka. Hati, pankreas dan glandula salivales juga membantu pencernaan melalui enzim dan zat yang dihasilkannya. Burung memiliki kantung otot sepanjang esofagus yang disebut panen. Lambung pada burung terdiri dari empat otot yang memutar dan menghancurkan.

4. Sistem urogenital
Terdiri atas organ kemih dan organa kelamin, yaitu :
Organ kemih terdiri atas :
  • ren (ginjal) : berjumlah dua, berfungsi mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
  • ureter (saluran dari ginjal) : berjumlah dua, menuju ke bawah dan bermuara langsung dalam kloaka.
  • kloaka : adalah suatu ruangan yang tunggal, dimana bermuara saluran-saluran kelamin, kencing dan feses.

Organ kelamin, terdiri atas :
  • ovarium : hanya yang sebelah kiri saja.
  • oviduct (saluran telur) : merupakan saluran lurus yang bermuara pada kloaka.

Nah itulah Pembahasan Kami kali ini tentang Aves, Semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada yang belum dimengerti silahkan sahabat menanyakannya melalui kotak komentar di bawah, kami akan berusaha untuk merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung, jangan lupa follow dan komentarnya ya J

Kamis, 29 Oktober 2015

Hak dan Kewajiban Warga Negara dan Pemerintah Indonesia

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Hak dan Kewajiban Warga Negara dan Pemerintah Indonesia. Langsung saja kita masuk ke topik intinya di bawah ini. Selamat membaca!

A. Hak Warga Negara

Sebagai konsekuensi logis dan yuridis dalam satu negara hukum, hak asasi manusia sebagai warga negara akan dijamin sepenuhnya sesuai dengan ciri negara hukum yang ketentuan-ketentuannya telah dimuat dalam UUD 1945, yakni adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Untuk mengimbangi pengakuan tersebut, setiap warga negara harus mampu sepenuhnya melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah dibebankan oleh negara. Oleh sebab itu, setiap warga negara harus mengetahui hak dan kewajiban yang harus dijalankan.

Hak dan Kewajiban Warga Negara dan Pemerintah Indonesia

George Jellinek mengemukakan pendapat bahwa setiap warga negara mempunyai empat status atau kedudukan hukum, yaitu sebagai berikut:
  • Status positif, yaitu status yang memberikan hak kepada warga negara berupa perlindungan jiwa, hak milik, dan kemerdekaan.
  • Status negatif, yaitu status yang memberikan jaminan bahwa negara tidak akan ikut campur terhadap hak asasi warga negaranya untuk mencegah tindakan sewenang-wenang dari negaranya.
  • Status aktif, yaitu status yang memberikan hak kepada warga negara untuk ikut serta dalam pemerintahan.
  • Status pasif, yaitu status yang mewajibkan warga negaranya untuk taat dan tunduk kepada negara.


B. Kewajiban Warga Negara

Beberapa kewajiban warga negara adalah:
  1. Menjunjung tinggi dan menaati perundang-undangan yang berlaku
  2. Membayar pajak, bea dan cukai yang dibebankan negara kepadanya
  3. Membela negara dan segala bentuk ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam
  4. Menyukseskan Pemilu, baik sebagai peserta maupun sebagai petugas penyelenggara
  5. Mendahulukan kepentingan negara/umum daripada kepentingan pribadi.
  6. Melaksanakan tugas dan kewajiban yang dibebankan bangsa dan negara.
  7. Kewajiban menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban nasional.
Artikel Penunjang : Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Penggolongan Hukum
C. Hak dan Kewajiban Warga Negara Menurut UUD 1945

Hak dan kewajiban warga negara juga diatur dalam UUD 1945, antara lain:
  1. Hak warga negara yang sama dalam hukum dan pemerintahan, serta kewajiban untuk menjunjung hukum dan pemerintahan (Pasal 27 ayat (1) UUD 1945)
  2. Hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (Pasal 27 ayat (2) UUD 1945)
  3. Hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara (Pasal 27 ayat (3) UUD 1945)
  4. Hak kemerdekaan warga negara untuk berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan  (Pasal 27 UUD 1945)
  5. Hak kemerdekaan untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya (Pasal 29 ayat (2) UUD 1945)
  6. Hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (Pasal 30 ayat (1) UUD 1945)
  7. Hak untuk mendapatkan pengajaran bagi tiap-tiap warga negara (Pasal 31 ayat (1) UUD 1945).


D. Kewajiban dan Kewenangan Pemerintah Negara Indonesia

Adapun kewajiban dan kewenangan Pemerintah Negara Republik Indonesia, antara lain:
  1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  2. Memajukan kesejahteraan umum
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
  4. Mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
  5. Mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara
  6. Memelihara kemerdekaan dan kedaulatan negara
  7. Memelihara keamanan, ketertiban, ketenteraman bangsa dan negara
  8. Menghormati dan melindungi hak asasi warga negara
  9. Menegakkan hukum/perundang-undangan dan keadilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  10. Melaksanakan program pembangunan Nasional
  11. Membuat dan mencabut kebijakan demi pelaksanaan pemerintahan negara.



Inilah postingan kita kali ini tentang Hak dan Kewajiban Warga Negara dan Pemerintah Indonesia, semoga bermanfaat bagi sobat semuanya. Jika ada pertanyaan boleh langsung ditulis di komentar. J

Pengertian Penduduk, Warga Negara, dan Asas Kewarganegaraan

Selamat berakhir pekan sobat, baiklah kali ini kita akan membahas mengenai Pengertian Penduduk, Warga Negara, dan Asas Kewarganegaraan. Postingan kali ini lebih menjurus ke status kita sebagai penduduk Indonesia. Langsung saja kita masuk ke isinya.

A. Pengertian Penduduk

Penduduk adalah orang yang tinggal menetap dalam satu wilayah negara selama jangka waktu tertentu. Dengan demikian semua orang yang berada dalam wilayah Republik Indonesia dalam jangka waktu tertentu dapat disebut sebagai penduduk negara Republik Indonesia. Namun, tidak semua orang yang berada dalam wilayah Republik Indonesia dapat disebut sebagai warga negara Indonesia karena pengertian penduduk berbeda dengan pengertian warga negara.

penduduk

Penduduk Indonesia adalah orang-orang yang berada dalam wilayah negara Republik Indonesia dalam jangka waktu tertentu dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh peraturan negara Republik Indonesia sehingga diperbolehkan tinggal di wilayah negara Republik Indonesia. Hal ini juga diutarakan dalam Pasal 26 ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi “penduduk Indonesia adalah warga negara Indonesia dan warga negara asing yang bertempat tinggal di Indonesia.”

Oleh karena itu, penduduk dapat dibagi menjadi dua bagian:
  • Penduduk dengan status warga negara Indonesia
  • Penduduk dengan status warga negara asing


Penduduk Indonesia umumnya adalah orang Indonesia asli dan berstatus sebagai warga negara Indonesia, sedangkan penduduk yang bukan warga negara Indonesia umumnya berasal dari luar negeri yang sering kita sebut sebagai orang asing. Untuk menjadi penduduk Indonesia, orang asing tersebut harus mendaftar terlebih dahulu menurut perundang-undangan yang berlaku.

Suatu negara pun harus memenuhi persyaratan agar dapat dikatakan negara yang berdaulat, diantaranya:
  1. Adanya wilayah tertentu
  2. Adanya rakyat yang tetap
  3. Adanya pemerintah yang berdaulat
  4. Adanya pengakuan dari negara lain


Keempat syarat tersebut merupakan satu keharusan dan tidak dapat dipisahkan. Tidak mungkin satu negara dapat berdiri jika tidak ada wilayah atau tidak ada rakyat yang mendiaminya. Syarat keempat, yaitu adanya pengakuan dari negara lain penting dalam hubungannya dengan negara lain sebagai subjek hukum internasional, dimana setiap negara adalah subjek hukum internasional.
Artikel Penunjang : Pengertian, Ciri, Fungsi, dan Penggolongan Hukum
Artikel Sebelumnya : Pengertian Warga Negara dan Kewarganegaraan
Adapun yang dimaksud dengan warga negara adalah rakyat yang menetap di satu wilayah tertentu dalam hubungannya dengan negara. Dalam hubungan antar warga negara dan negara, warga negara mempunyai kewajiban terhadap negara dan sebaliknya warga negara juga mempunyai hak yang harus diberikan dan dilindungi oleh negara. Hal ini seperti yang dicantumkan dalam Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Pasal 26 UUD 1945 juga mempunyai poin-poin mengenai warga negara Indonesia, yaitu:
  1. Yang menjadi warga negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
  2. Penduduk ialah warga negara dan orang-orang yang bertempat tinggal di Indonesia.
  3. Hal-hal yang mengenai warga negara dan penduduk diatur dalam undang-undang.


B. Asas Kewarganegaraan

Asas kewarganegaraan merupakan dasar untuk menentukan masuk atau tidaknya seseorang ke dalam golongan warga negara dari satu negara. Untuk menentukan kewarganegaraan seseorang sangat bergantung pada asas yang dianut oleh satu negara. Setiap negara berdaulat berhak menentukan sendiri syarat-syarat untuk menjadi warga negara.

Ada dua asas kewarganegaraan dalam ilmu tata negara, yaitu:
  • Ius Soli, yaitu asas daerah kelahiran. Asas ini menentukan kewarganegaraan seseorang menurut daerah atau tempat ia dilahirkan. Contohnya adalah jika seseorang lahir di negara A, maka ia menjadi warga negara A. Negara yang menganut asas ini adalah Inggris, Mesir, Amerika, dll.
  • Ius Sanguinis, yaitu asa yang berdasarkan keturunan atau hubungan darah, dimana asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang menurut pertalian dara atau keturunan dari orang yang bersangkutan. Jadi, yang menentukan kewarganegaraan seseorang adalah kewarganegaraan orang tuanya dengan tidak melihat tempat ia sendiri dan orang tuanya dilahirkan. Contohnya jika seseorang dilahirkan di negara A, tetapi orang tuanya adalah negara B, maka yang dilahirkan tersebut tetap menjadi warga negara B. Negara yang menganut asas ini adalah RRC.


Setelah kita melihat dari dua asa kewarganegaraan tersebut, akan ada orang yang berstatus Bipratide (dewi kewarganegaraan) atau Apatride (tanpa kewarganegaraan).

  • Bipatride, terjadi jika peraturan dari dua negara terkait seseorang dianggap sebagai warga negaranya. Misalnya sepasang suami istri adalah warga negara RRC dan berdomisili di Inggris. RRC menganut asas Ius Sanguinis sedangkan Inggris menganut Ius Soli. Jika pasangan itu melahirkan anak, maka menurut negara RRC itu adalah warga negaranya karena orang tuanya (keturunan dan hubungan darah) adalah warga negara RRC. Sedangkan menurut negara Inggris, anak tersebut juga adalah warga negara Inggris, karena dilahirkan di negara Inggris. Sehingga anak tersebut mempunyai status dua (dwi) kewarganegaraan atau Bipatride.
  • Apatride, terjadi Ika seseorang tidak diakui sebagai warga negara dari negara manapun. Misalnya sepasang suami istri adalah warga negara Inggris yang berasas Ius Soli dan berdomisili di negara RRC yang berasas Ius Sanguinis. Jika pasangan tersebut melahirkan seorang anak, maka menurut negara Inggris, anak tersebut bukan warga negaranya, tetapi menjadi warga negara RRC karena anak itu dilahirkan di RRC. Sedangkan negara RRC tidak mengakui anak tersebut karena tidak mempunyai keturunan dengan warga negaranya. Dengan demikian anak tersebut tidak mempunyai kewarganegaraan (Apatride).


Indonesia mengatur mengenai hal asas kewarganegaraan ke dalam UU No. 12 Tahun 2006 yang berbunyi:
  1. Asas Ius Sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.
  2. Asas Ius Soli (law of the soil) secara terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran, yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang.
  3. Asas kewarganegaraan tunggal adalah asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang.
  4. Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang No. 12 Tahun 2006.



Baiklah sobat, inilah postingan kita kali ini mengenai Pengertian Penduduk, Warga Negara, dan Asas Kewarganegaraan. Mungkin agak rumit ya, jika ada hal yang tidak dimengerti bisa langsung kita diskusikan di kolom komentar. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua, arigatou gozaimazu J

Rabu, 28 Oktober 2015

Pengertian dan Macam - Macam Cedera Ligamen

Selamat datang di softilmu, blog tentang ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Cedera Pada Ligamen (Terkilir). Langsung saja ke pembahasannya, semoga dapat bermanfaat.

A. PENGERTIAN CEDERA LIGAMEN (TERKILIR) DAN PROSESNYA
Isltilah awam cedera ligamen yang paling umum ialah terkilir, dan terjadi ketika jaringan ikat ini diduga membentang melewati kapasitas normal. Hal ini sering bercampur dengan regangan, yang ketika otot telah membentang terlalu jauh. Terkilir sering disebabkan oleh gerakan tiba-tiba dan kekerasan atau dengan teknik peregangan yang tidak tepat. Ketika ligamen rusak lebih parah, dapat robek atau pecah, mengalami cedera yang lebih serius. Karena ligamen memainkan peran penting dalam menstabilkan sendi, sehingga sangat rentan terhadap cedera jika penggunaannya berlebihan atau pegerakan yang tiba-tiba. Banyak atlet profesional melukai lutut, siku, dan bahu terutama karena tindakan yang diambil sambil berlari, melompat, melempar , dan lain sebagainya.

B. MACAM – MACAM CEDERA PADA LIGAMEN
Sangat banyak cedera yang dapat terjadi pada ligamen, namun Beberapa cedera pada ligamen yang sering terjadi, meliputi:
1. Cedera ligamen di lutut
Cedera ligamen di lutut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti memutar lutut dengan kaki yang ditahan, memperluas gerakan lutut terlalu jauh, melompat dan mendarat lutut tertekuk, menghentikan secara tiba-tiba saat berjalan, mengangkat badan dari satu kaki ke yang lain secara tiba-tiba, dll.

Ada empat ligamen di lutut yang rawan cedera:
  • Ligamentum cruciatum anterior (ACL) adalah salah satu dari dua ligamen
  • utama di lutut. Ligamen ini menghubungkan tulang paha ke tulang-tulang kering di lutut. Cedera ACL adalah penyebab umum dari kecacatan di lutut.
  • Ligamentum cruciatum posterior (PCL) adalah ligamentum utama kedua pada lutut yangmenghubungkan tulang paha ke tulang tulang kering di lutut.
  • Lateral ligamen kolateral (LCL) menghubungkan tulang paha ke fibula, tulang kecil kaki bagian bawah pada sisi samping atau luar lutut.
  • Medial ligamen kolateral (MCL) juga menghubungkan tulang paha ke tulang pada sisi medial atau lutut.
CEDERA LIGAMEN
 Manifestasi klinis (gejala) yang muncul jika terjadi cedera ligamen lutut, meliputi:
  • Nyeri, sering mendadak dan berat
  • Bunyi krepitasi (krek)
  • Pembengkakan
  • Perasaan kelonggaran pada sendi
  • Ketidakmampuan untuk meletakkan berat badan pada titik tanpa rasa sakit.

Cedera Ligamen cruciatum – ACL dan PCL – tidak dapat diperbaiki. Terutama untuk kasus yang benar-benar robek atau terentang melampaui batas mereka. Satu-satunya pilihan adalah rekonstruksi.

2. Cedera pergelangan kaki (ankle)
Cedera pergelangan kaki (cedera ankle) terjadi ketika ligamen, yang mendukung tulang-tulang pergelangan kaki teregang atau robek. Cedera pergelangan kaki (ankle) merupakan jenis cedera yang paling sering terjadi pada atlet, non atlet, anak-anak dan orang dewasa.

Penyebab cedera pergelangan kaki sangat beragam, misal dapat terjadi pada saat berolahraga (basket, sepakbola, tenis, badminton, dll), kesalahan dalam mendarat saat melompat, berlari di permukaan yang tidak rata atau pada saat naik turun anak tangga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi cedera pergelangan kaki, diantaranya:
  • Kelemahan otot, terutama otot-otot di sekitar sendi pergelangan kaki;
  • Lemah atau longgarnya ligamen-ligamen yang berada pada sendi pergelangan kaki sering diakibatkan karena  cedera pergelangan kaki berulang;
  • Fleksibilitas yang buruk;
  • Kurang melakukan pemanasan dan peregangan saat sebelum berolahraga;
  • Keseimbangan yang buruk.

Klasifikasi cedera pergelangan kaki, meliputi:
  • Derajat 1: Ligamen teregang/ stretch
  • Derajat 2: Ligamen robek sebagian
  • Derajat 3: Ligamen robek total

Mekanisme cedera pergelangan kaki dapat berupa:
a. Inversion (lateral) ankle sprain
Cedera ankle yang paling sering
terjadi dan mengenai ligamen sebelah luar dari sendi ankle (lig. talofibular).
b. Eversion (medial) ankle sprain
Cedera ankle yang jarang terjadi dan mengenai ligamen bagian dalam ankle (lig. deltoid).
c. High ankle sprain
Cedera ankle yang mengenai ligamen yang menghubungkan antara tulang tibia dan fibula. Biasanya terjadi dari sebuah gerakan memutar tiba-tiba, merubah arah gerakan secara tiba-tiba dan biasanya akibat kontak langsung.

3. Cedera pergelangan tangan (wrist)
Cedera pergelangan tangan atau lebih dikenal dengan istilah wrist keseleo terjadi akibat peregangan berlebihan pada ligamen yang terdapat di pergelangan tangan. Sehingga ligamen dapat robek sebagian ataupun seluruhnya. Derajat cedera pada pergelangan tangan dibagi menjadi tiga, diantaranya:
  • Derajat I: Ligamen meregang tanpa jelas robek
  • Derajat II: Ligamen robek sebagian
  • Derajat III: Cedera dengan ligamen robek total

Selain tiga cedera ligamen yang telah disebut diatas, ada begitu banyak cedera pada ligamen yang terjadi. Prinsipnya, cedera pada ligamen dapat terjadi jika ligamen yang membentang terlalu jauh dan terlalu sering, sendi akan menjadi lemah dan kurang fleksibel, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Jaringan ikat juga memiliki suplai darah yang relatif rendah, sehingga butuh waktu lebih lama untuk menyembuhkan. Seseorang yang telah mengalami cedera ligamen harus berhati-hati ketika terlibat dalam kegiatan yang dapat memberikan tekanan yang berlebihan pada ligamen yang cedera, karena dapat menyebabkan kerusakan tambahan.

Nah itulah pembahasan kali ini tetang Cedera pada ligamen (Terkilir). Semoga dapat dipahami dengan baik, dan semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada persoalan yang belum dimengerti, silahkan sahabat tanyakan melalui kotak komentar di bawah ini. Terimakasih telah berkunjung, jangan lupa Follow, share dan komentarnya J

Selasa, 27 Oktober 2015

Cara Melihat Gerhana Matahari

Selamat datang dis softilmu, blog ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Bagaimana Cara Melihat Gerhana Matahari yang aman dan benar. Langsung saja ya, semoga dapat bermanfaat.

Seperti yang telah diketahui bahwa melihat gerhana matahari dengan kontak mata langsung sangat berbahaya. Oleh karena itu kami akan memberikan sedikit tips untuk melihat gerhana matahari dengan aman, langsung saja :

1. Hindari Tips Abal-Abal yang Belum Teruji Keefektifitasnya.
Seperti menggunakan kacamata hitam, kacamata warna asap, filter polarisasi atau sebagainya. Tidak satupun cara tersebut yang cukup kuat melindungi mata anda.

2. Gunakan Filter Matahari
Filter matahari biasanya tersedia pada peralatan penglihat seperti kamera, teropong dan teleskop. Adanya filter tersebut pada perangkat diatas sangat diperlukan, karena cahaya yang singkatpun dapat merusak penglihatan bahkan dengan penutupan 99,9 % matahari masih dapat mengancam mata anda. Adalagi yang perlu diperhatikan, yaitu saat memilih filter yang akan digunakan. Lebih baik memilih filter yang diproduksi oleh merek ternama dan terpercaya.

3. Buat Alat Proyektor Lubang Jarum
Yang satu ini merupakan cara yang paling mudah dan murah, hanya seharga kertas poster. Kekurangannya adalah gambar yang dihasilkan sangat kecil. Langkah-langkah pembuatannya yaitu :
  • Siapkan kertas poster atau kertas karton yang besar. Potong bentuk persegi dengan sisi 5 cm pada bagian tengahnya.
  • Tutupilah lubang persegi tersebut dengan sepotong kertas timah. Tusuk sebuah lubang kecil di tengah tutup kertas timah ini (gunakan pin atau bagian ujung pensil yang lancip). Anda dapat membuat beberapa lubang, jika suka, dan melihat beberapa gerhana sekaligus.
  • Temukanlah lokasi yang bagus untuk melihat gerhana. Permukaan yang halus dan terang adalah lokasi yang anda cari. Jika anda tidak dapat menemukan tempat seperti itu, cukup beli kertas poster/karton yang lain dan baringkan di atas tanah dan tahan. Menyiapkan karton cadangan merupakan ide yang bagus karena jika Anda mengubah jarak di antara dua lembar karton, anda bisa mengubah ukuran dan kecerahan gambar matahari yang jatuh pada karton kedua.
  • Berdirilah dengan punggung anda menuju arah matahari. Tahan karton beberapa sentimeterdi atas tanah. Pastikan karton tersebut di atas bahu atau sisi anda, tetapi kepala anda tidak menutupi lubangnya. Kartontersebut harus mengarah pada matahari.
  • Anda seharusnya sekarang melihat lingkaran yang sempurna di atas tanah pada potongan karton yang lain. Pindahkan karton tersebut lebih dekat atau lebih jauh dari tanah jika lingkarannya kabur, hingga lingkaran proyeksi gerhana terlihat lebih fokus. Atau pindahkan karton yang lain ke atas dan ke bawah untuk melihat kecerahan dan ukuran perubahan gambar. Jarak yang terbaik untuk menahan karton dari anda adalah satu meter.
  • Saat gerhana terjadi, lingkaran tersebut akan menciut dan berubah menjadi sabit, jika gerhana tersebut merupakan gerhana sebagian. Jika gerhana tersebut merupakan gerhana total, maka akan berubah menjadi huruf O bergaris tipis.
CARA MELIHAT GERHANA MATAHARI

4. Menggunakan Peralatan Proyeksi
Proyeksi melaui teropong atau teleskop merupakan cara lain yang aman untuk melihat gerhana matahari. Hampir sama dengan cara diatas, yang membedakan hanya alat yang memproyeksikannya serta gambar yang diproyeksikan lebih bagus. Berikut langkah-langkah yang dilakukan :
  • Tutupi lensa objektif depan dari satu sisi teropong
  • Putar punggung anda menuju arah matahari. Tahan teropong dengan satu tangan, arahkan teropong pada gerhana sehingga lensa yang tidak tertutup mengambil gambar gerhana. Gunakan bayangan dari teropong untuk membantu anda meluruskan teropong.
  • Lihatlah gambar yang diproyeksikan menuju layar, dinding, atau potongan besar kertas putih yang ditahan dengan tangan anda. Kertas tersebut harus terletak sekitar 30 cm dari lensa mata teropong. Cukup gerakkan teropong di sekitar hingga gambar gerhana muncul pada layar proyeksi. Semakin jauh anda menahan karton dari lensa mata teropong, semakin besar gambarnya
  • Sesuaikan kedudukan teropong dengan tripot atau sebagainya, supaya anda lebih menikmati saat-saat melihat gerhana.

5. Gunakan Kacamata Tukang Las. 
Kacamata tukang las dengan tingkat kegelapan nomor 14 adalah salah satu filter yang paling terjangkau dan banyak tersedia yang dapat Anda gunakan untuk mengamati matahari dengan mata telanjang. Kacamata tersebut harus sepenuhnya menutupi mata Anda di sepanjang waktu penelitian. Filter seperti itu juga dapat ditambahkan ke bagian depan objektif teropong Anda.


Nah itulah postingan kami tentang cara melihat gerhana matahari dengan benar dan Aman. Semoga dapat bermanfaat ilmunya. Silahkan di share jika berkenan. Jangan lupa follow, like dan komentarnya ya. Terimakasih telah berkunjung J

Persebaran Tumbuhan dan Hewan

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Persebaran Tumbuhan dan Hewan, yang mempunyai beberapa poin yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran, persebaran tumbuhan, dan persebaran hewan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persebaran
Ada tiga faktor yang mempengaruhi persebaran makhluk hidup, antara lain faktor lingkungan, faktor sejarah geologi, dan faktor penghambat fisik.

a. Faktor Lingkungan
Dua komponen lingkungan yang utama yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup adalah faktor biotik dan faktor biotik. Contoh faktor biotik adalah daratan, perairan, dan lintang geografis. Faktor biotik adalah makhluk hidup itu sendiri, contohnya tumbuhan, hewan, dan jasad renik.

b. Faktor Sejarah Geologi
Pergeseran benua (continental drift) sangat berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup. Sebelum terjadinya pergeseran benua tersebut, bumi hanya mempunyai sebuah benua yang sangat besar (super continent) yang disebut Pangea. Benua tunggal Pangea itu kemudian memisah menjadi beberapa benua yang lebih kecil dan bergeser ke arah tertentu, sehingga otomatis makhluk penghuninya ikut serta dengan benua tempat tinggalnya.

Beberapa pecahan benua ini ada yang bergerak melewati garis lintang dan garis bujur bumi, sehingga biota penghuninya pun harus ikut beradaptasi dengan iklim baru di bagian tersebut. Jika biota itu mampu bertahan hidup dan beradaptasi terhadap perubahan iklim tadi, maka mereka akan survive.

Pada masa lalu, Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan daratan Asia merupakan daratan yang menyatu. Namun, pada satu waktu muka air laut naik dan menggenangi bagian daratan yang dangkal, sehingga memisahkan Jawa, Kalimantan dan Sumatera dengan daratan Asia. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya bekas aliran sungai di dasar laut Jawa dan Selat Karimata. Sungai Sunda Utara mempunyai hulu di Sumatera dan Kalimantan Barat dan bermuara di laut Cina Selatan, sedangkan sungai Sunda mempunyai hulu di Jawa dan Kalimantan Selatan dan bermuara di Selat Makassar.

Demikian pula daratan Australia pada masa yang lalu menyatu dengan daratan Papua, dan seperti hal terjadinya Dangkalan Sunda, terjadi kenaikan muka air laut dan menenggelamkan daratan yang lebih rendah, akibatnya Daratan Australia terpisah dari daratan Papua oleh Dangkalan Sahul.

Dua fenomena di atas mengakibatkan kehidupan yang ada di Jawa, Kalimantan dan Sumatera sifatnya seperti kehidupan yang ada di Asia, sedangkan kehidupan yang ada di Papua sifatnya seperti kehidupan di Australia.

c. Faktor Penghambat Fisik
Selain faktor lingkungan biotik, biotik, dan pergeseran benua, ada pula faktor penghambat fisik persebaran biota (makhluk hidup), yaitu daratan (land barrier), perairan (water barrier), dan penggentingan daratan (isthmus). Daratan adalah penghambat fisik dari persebaran biota perairan, dan sebaliknya, perairan adalah penghambat fisik dari persebaran biota daratan. Penggentingan daratan juga berpengaruh, sebagai contoh, daratan Panama yang sempit menghambat persebaran biota, khususnya hewan dari daratan benua Amerika bagian utara ke bagian selatan dan sebaliknya. Kepulauan Indonesia dianggap juga sebagai penggentingan daratan, karena menghambat persebaran biota dari daratan benua Asia ke daratan benua Australia atau sebaliknya.
Artikel Penunjang : Persebaran Flora dan Fauna Di Dunia
Persebaran Tumbuhan
Garis lintang bumi (latitude) menjadikan bumi terdiri dari beberapa wilayah iklim. Perbedaan iklim tersebut, selain jenis tanah, akan memberikan dan menunjukkan perbedaan jenis tumbuhan yang hidup di daerah tersebut karena faktor adaptasi. Juga, dalam hal ketinggian tempat (atitude), menunjukkan hal yang serupa.

Persebaran tumbuhan dapat dibedakan atas ketinggian (vertikal) atau dasar garis lintang (horizontal).
Artikel Penunjang : Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Persebaran tumbuhan secara vertikal (ketinggian)
  1. Ketinggian kurang dari 700 m, wilayah iklim panas, cirinya suhu rata-ratanya lebih dari 22⁰ C. Tumbuhan yang tumbuh dengan baik : padi, jagung, kelapa, tebu.
  2. Ketinggian 700 m -1500 m, wilayah iklim sedang, cirinya suhu rata-ratanya 15⁰C - 22⁰C. Tumbuhan yang tumbuh dengan baik adalah teh, kopi, karet, kina, sayuran.
  3. Ketinggian 1500 m – 2500 m, wilayah iklim sejuk, cirinya suhu rata-ratanya 11⁰C - 15⁰C, tumbuhan yang tumbuh baik adalah pinus, cemara (tumbuhan berdaun jarum), hortikultura
  4. Ketinggian 2500 m – 4000 m, wilayah iklim dingin, cirinya suhu rata-rata kurang dari 11⁰C. Tumbuhan yang baik hanya lumut.
Artikel Penunjang : Tumbuhan Tumbuhan Langka di Indonesia
Persebaran tumbuhan secara horizontal (garis lintang)
  1. Daerah Tropika (231/2⁰ LU – 231/2⁰ LS) – wilayah iklim tropis (suhu rata-rata lebih dari 22⁰C). Ciri tumbuhan alami di wilayah ini : (1) pohonnya besar dan tinggi, (2) pada pohon tersebut terdapat tumbuhan menempel (epifit), misalnya anggrek, benalu, (3) ada tumbuhan menjalar ke atas, misalnya rotan, (4) ada strata kehidupan, (5) ada semak/perdu.
  2. Daerah subtropik (231/2⁰ LU/LS – 661/2⁰ LU/LS) – wilayah iklim sedang (mengalami 4 musim). Ciri tumbuhan alami di wilayah ini: (1) pohonnya tinggi, (2) ada pohon yang daunnya gugur pada musim gugur, (3) ada Adang rumput di tengah benua, (4) tidak ada semak/perdu.
  3. Daerah kutub (661/2⁰ LU/LS - 90⁰ LU/LS) – wilayah iklim dingin (pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam, musim dingin matahari bersinar kurang dari 12 jam). Ciri tumbuhan alami di wilayah ini: (1) tumbuhannya homogen, pinus, cemara (tumbuhan berdaun jarum), kalau arealnya luas disebut hutan tiga, (2) lumut, kalau arealnya luas disebut tundra.
Artikel Penunjang : Persebaran Flora dan Fauna Di Indonesia
Persebaran Hewan

Berbeda dengan fenomena persebaran tumbuhan yang terpengaruh oleh garis lintang dan ketinggian, maka letak geografis/wilayah zoogeografis menjadi fokus persebaran hewan. Wilayah persebaran hewan di bumi ada 6 (enam) zona, ialah paleartik (paleartic), neartik (neartic), neotropis (neotropis), etiopian (ethiopian), oriental (oriental), dan australian (Australia). masing-masing zona menunjukkan jenis fauna yang khas.
Artikel Penunjang : Hewan Hewan Langka Di Indonesia

Persebaran hewan hanya ada secara horizontal
  1. Hewan daerah Palaeartik (Eropa dan Asia Utara)
  2. Hewan daerah Neartik (Amerika Utara)
  3. Hewan Neotropik (Amerika Tengah dan Selatan)
  4. Hewan daerah Australia (Australia dan sekitarnya)
  5. Hewan daerah Ethiopia (Afrika dan Jazirah Arab)
  6. Hewan daerah Oriental (Asia Selatan dan Indonesia).


Baiklah sobat, inilah postingan kami kali ini mengenai Persebaran Flora dan Fauna. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu teman-teman semua J